Warga Tukang Kayu Banyuwangi Tolak Pembagunan Tower CMI

Warga Tukang Kayu Banyuwangi Tolak Pembagunan Tower CMI

MTI Banyuwangi JATIM - Warga Jalan. KH. Harun RT/ RW 01 Kelurahan Tukang Kayu Kecamatan/ Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur melakukan aksi ‘Tolak Pembangunan Tower’ oleh PT. Centratama Multimedia Indonesia (CMI) di Lingkungan nya, Senin (19/10/2020).

MTI yang mendapatkan laporan terkait adanya aksi warga yang menolak adanya pembangunan Tower tersebut langsung mendatangi area tersebut dan melakukan liputan dan investigasi, Bahkan hamper saja terjadi kericuhan, untungnya Team MTI mampu meredamnya.

Menurut keterangan salah satu warga yang berada di lokasi kepada Team MTI, bahwa pada Tanggal 6 April 2020, warga yang berada di Lingkungan Jalan. KH. Harun RT/RW 01 Kelurahan Tukang Kayu, sudah menyampaikan ‘Penolakan melalui Surat Pernyataan berisi tanda tangan warga yang tidak menyetujui adanya Pembangunan Tower oleh PT. Centratama Multimedia Indonesia (CMI)’ di lingkungannya.

Adapun Surat Pernyataan penolakan warga yang yang ditujukan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, warhga meminta agar Bupati Anas tidak mengeluarkan surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) terkait Pembangunan Tower di lingkungannya.

Namun pada pertengahan bulan September 2020 ternyata IMB tersebut justru terbit, akan tetapi warga menduga, bahwa IMB tersebut Cacat Prosedur, karena berdasarkan pengakuan warga, ada warga yang merasa tidak pernah memberikan Tanda Tangan formulir permohonan IMB, tetapi tanda tangan mereka ada dalam formulir itu. Ada juga warga yang merasa tertekan saat memberikan tanda tangan dan ada juga warga yang seharusnya tempat tinggalnya masuk dalam wilayah terdampak namun tidak memberikan persetujuan, ada dalam formulir permohonan IMB itu.

Sementara Kuasa Hukum warga Kelurahan Tukang Kayum, Firdaus Tohir, SH menyampaikan kepada MTI saat di Lokasi.

“Kami menilai surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) ini Cacat Prosedur, makanya kita meminta kepada Dinas Perijinan dan juga kepada Bupati untuk menangguhkan dulu IMB tersebut sampai ada kejelasan tentang status keabsahan IMB tersebut. Makanya disitu warga melakukan penolakan, agar tidak ada pembangunan sampai persoalan ini selesai,” Ucap Firdaus Tohir, SH.

“Berdasarkan informasi dari Dinas Perijinan, bahwa Dinas sudah melakukan pemanggilan terhadap PT. CMI untuk menemui warga pada hari Selasa (13/10/2020) kemarin, akan tetapi mereka tidak datang dan hari ini Dinas Perijinan sendiri akan mengirimkan surat pemanggilan untuk yang ke 2 agar datang menemui warga guna menyelesaikan permasalahan ini,” Terang firdaus.

“Jadi saya berharap sebagai Kuasa Hukum warga, seluruh pihak untuk menahan diri, terutama warga tidak sampai terjadi anarkisme dalam rangka menyuarakan penolakan, dan dari pihak pemilik Towerpun saya meminta untuk tidak melakukan proses pembangunan lanjutan,” Pungkas Firdaus Tohir penuh harap.

Dengan adanya persoalan yang diduga banyak kejanggalan dalam penerbitan IMB tersebut Team MTI akan terus mendampingi warga untuk mencari keadilan dan kebenaran tersebut. BERSAMBUNG (Team MTI)