Warga Dabasah Bondowoso Keluhkan Trotoar Jadi Tempat Asesoris Toko HP Eferata

Warga Dabasah Bondowoso Keluhkan Trotoar Jadi Tempat Asesoris Toko HP Eferata

MTI Bondowoso JATIM –Trotoar adalah jalur atau fasilitas tersendiri bagi pejalan kaki yang umumnya lebih tinggi dengan jalur kendaraan, hal tersebut dimaksudkan agar keselamatan pejalan kaki bisa terjaga. Namun jika Trotoar dijadikan sebagai Multifungsi dan digunakan juga untuk PKL, apalagi sampai menutup akses pejalan kaki, diyakini nantinya akan membawa masalah baru.

Seperti Trotoar yang berada di Jalan. Panjaitan, Kelurahan Dabasah, Kecamatan/ Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di depan Toko Handphone Eferata terlihat tidak berfungsi dengan baik, pejalan kakipun nyatanya sampai tidak menggunakan trotoar itu, bahkan harus turun kejalan saat melalui depan toko tersebut, pasalnya Trotoar di depan Toko Handphone Eferata dipenuhi oleh Asesoris Handphone.

Keadaan tersebut dikeluhkan tidak hanya oleh pejalan kaki, tetapi warga masyarakat sekitar toko tersebut juga mengeluh, apalagi Sound System atau Musiknya suaranya juga membuat kebisingan bagi warga sekitar.

Seperti yang dirasakan oleh Yanto, salah satu warga Jalan Panjaitan, “Ya mas, saya lihat keadaan Trotoar di depan Toko Handphone Eferata sangat mengganggu pengguna jalan kaki, soalnya Trotoar di depan toko tersebut ditempati Asesoris mainan dari Balon besar, sehingga pejalan kaki harus turun ke jalan, apalagi ditambah bunyi musik yang sangat keras, sangat mengganggu warga masyarakat sekitar,” Ujar Yanto kepada MTI dengan naada geram, Senin (21/09/2020).

“Ini harus ada tindakan tegas dari Sat-Pol PP sebagai Penegak Perda, karena ini sudah sangat mengganggu ketentraman masyarakat juga para pejalan kaki yang melalui depan Toko Eferata tersebut, seharusnya pihak Eferata mengantongi ijin dari lingkungan apabila melakukan kegiatan yang sifatnya membuat kebisingan seperti memutar Sound System atau Musik, apalagi sampai menggunakan trotoar untuk kepentingan usaha pribadi,” Imbuh Yanto.

Hasil pantauan Media Tipikor Indonesia (MTI Biro Bondowoso) di Jalan. Panjaitan, tepatnya di depan Toko Handphone Eferata, terlihat Trotoar yang semestinya menjadi akses lalu lalang pejalan kaki, justru terpakai oleh Pemilik Toko untuk Asesoris Handphone yang terbuat dari balon-balon besar, sehingga sulit bagi pejalan kaki untuk melintas di trotoar depan toko tersebut, ditambah lagi dengan suara atau bunyi musik yang memang menimbulkan kebisingan bagi warga masyarakat sekitar toko tersebut. (Mulyo)