Umat Hindu Bali Gelar Parade Ogoh Ogoh Sambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 Umat Hindu Bali Gelar Parade Ogoh Ogoh Sambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 Media Tipikor Indonesia

Redaksi / 22 Maret 2023 / Dilihat 1342 kali

Umat Hindu Bali Gelar Parade Ogoh Ogoh Sambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945

MTI Denpasar BALI - Umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Rraya Nyepi Tahun Baru Saka 1945, Rabu (22/03/2023). Namun sebelumnya, menyambut Hari Raya Nyepi Tahun ini, pada Hari Selasa (21/03/2023), Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mengadakan “Tawur Agung Kasanga”.

Hari Raya Nyepi (Nyepi atau Sunyi, Hening) atau Hari Suci Nyepi merupakan Hari Raya umat Hindu, yang dirayakan setiap Tahun Baru Caka. Bagi umat Hindu, Tahun Baru Caka atau Hari Suci Nyepi mengandung Makna yang sangat mendalam, yaitu sebagai Hari Kebangkitan, Hari Pembaharuan, Hari Toleransi, Hari Kebersamaan, Hari Kedamaian, dan Hari Kerukunan Nasional.

Tidak seperti Perayaan Tahun Baru Masehi (Setiap 1 Januari), Tahun Baru Caka di Bali dimulai dengan Menyepi dan melaksanakan Catur Brata Penyepian dan tidak ada Aktivitas seperti biasa alias dilarang dan dihentikan selama Hari Raya Nyepi berlangsung.

Ritual Nyepi dimulai dari Pukul 06.00 Pagi hingga 06.00 Pagi keesokan harinya. Bali yag merupakan Kota dengan Penganut Agama Hindu terbanyak di Indonesia, Pelaksanaan Nyepi lebih khidmat, karena semua Kegiatan ditiadakan, termasuk Pelayanan Umum, seperti Bandar Udara Internasional juga ditutup, kecuali Rumah Sakit.

Kesakralan Hari Raya Nyepi seluruh Aktivitas Keduniawian di Pulau Bali ditiadakan, sementara selama Ritual Nyepi berlangsung, Pulau Bali akan terlihat Sunyi Senyap bagaikan Kota Mati.

Sebelum Hari Raya Nyepi dilakukan, beberapa Kegiatan yang wajib dilakukan Umat Hindu, antara lain Melasti, Upacara ini dilakuka Tiga atau Dua hari sebelum Nyepi. Umat Hindu melakukan Penyucian segala Sarana Persembahyangan, Upacara Buta Yadnya dan Pengerupukan (Pawai Ogoh-Ogoh).

Penyambutan Perayaaan Hari Raya Nyepi oleh Umat Hindu yang ada di Bali sungguh menakjubkan, dimana menjelang datangnya Hari Raya Nyepi, Masyarakat Bali yang beragama Hindu melaksanakan Pawai Ogoh-Ogoh. Parade Ogoh-Ogoh. Informasi yang dihimpun Media Tipikor Indonesia (MTI) Bali dalam rangka menyambut Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun ini, Pawai atau Parade Ogoh-Ogoh yang dilaksanakan oleh setiap Desa Adat Pakraman di seluruh Pulau Bali.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Pengerupukan atau Pawai Ogoh-Ogoh tersebut? Pengerupukan merupakan salah satu tahapan Pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang memiliki makna mengusir Bhuta Kala dari Lingkungan Rumah dan sekitar.

Sedangkan Bhuta Kala adalah wujud Manifestasi Sifat Buruk Manusia yang digambarkan dengan Sosok Makhluk Jahat Raksasa berwajah Seram, Galam dan muncul sebagai Makhluk Penggoda. Dan sebelum pengarakan Ogoh –Ogoh, rangkaian Pengerupukan diawali dengan Upacara Tawur Agung Kesanga. Pengarakan Ogoh-Ogoh digelar pada Sore atau Sandhyakala hingga Malam hari setelah melaksanakan Upacara Mecaru.

Pada pelaksanaan Pengerupukan, Ogoh-Ogoh akan mengelilingi Desa Adat, diiringi Obor dan Gamelan. Setelah diarak mengelilingi Desa, Ogoh-Ogoh tersebut kemudian dibakar. Pembakaran Ogoh-Ogoh merupakan simbol memusnahkan bentuk kejahatan di Bumi. Dan keesokan harinya Masyarakat Hindu Bali merayakan Hari Raya Nyepi dan melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Media Tipikor Indonesia (MTI) Perwakkilan Bali sebelumnya menerima Informasi, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyelenggarakan Lomba Ogoh-Ogoh se-Bali Tahun 2023.

Sementara dalam Pantauan MTI Bali di Lapangan, untuk Pengamanan Acara Parade Ogoh-Ogoh di Wilayah Kota Denpasar, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Denpasar menyiapkan 725 Personil Anggota untuk mengawal pelaksanaan Parade Ogoh-Ogoh tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menghimbau kepada para Anggota yang bertugas untuk melakukan Pengamanan di Daerah Patung Catur depan Kantor Wali Kota Denpasar, karena Parade Ogoh-Ogoh akan melintasi jalur tersebut, dari Pasar Badung menuju Bunderan Lapangan Air Mancur Puputan.

Pengamanan Acara Parade Ogoh-Ogoh tersebut, selain dari Polresta Denpasara juga dibantu TNI, Satpol PP, Pecalang dan Instansi lainnya. Di samping itu, Pemeintah Provinsi Bali juga sudah mengeluarkan kebijakan, bahwa pada Tahun 2023 ini, Kegiatan Parade Ogoh-Ogoh harus dilakukan di Wilayah Desa masing-masing. Dan Anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa maupun Kelurahan menyampaikan Kebijakan Pemerintah tersebut. (Reporter: ABY/TIAN & Editor: MEDIA TIPIKOR INDONESIA)