Tumpukan Sampah Di Area Kantor Pemdes Kedungrejo Muncar

Tumpukan Sampah Di Area Kantor Pemdes Kedungrejo Muncar

MTI Banyuwangi JATIM - Adanya tumpukan sampah yang terkesan ditimbun oleh Pelaksana Go Pass Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dinyatakan Sutik, selaku Ketua Go Pass, hanya bersifat sementara sewaktu disambangi MTI di rumahnya, Kamis (19/11/2020).

Tumpukan sampah plastik dan residu sampah lainnya yang terlihat kumuh dan bau tersebut berada di  sebelah utara Kantor Pemerintahan Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi atau tepatnya di halaman belakang Galaxy Fun yang merupakan lahan Aset Desa Kedungrejo.

Sutik menyatakan, bahwa TPST Desa Kedungrejo belum bisa digunakan secara optimal, karena masih baru dibangun dan belum ada izin dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Banyuwangi. Pun mengacu pada kesepakatan antara Pemdes Kedungrejo dan Organisasi Non Pemerintah,

Systemiq (Yang didanai Pemerintah Norwegia dan Institusi Bisnis Borealis dari Austria, kemudian membuat program penanganan sampah bernama STOP (Stopping the Tap on Ocean Plastics) pada April 2018), bahwa Desa Kedungrejo masih merger bersama Desa Sumberberas dengan mengirim sampah ke TPST Desa Sumberberas.

“Sampah Desa Kedungrejo setiap harinya berkisar kurang lebih 15 Ton perhari. Kita kesulitan menaruh sampah untuk dipilah. Jadi sementara kita taruh di halaman belakang Galaxy Fun,” Terang Sutik.

Menurut Sutik, Badan Pengelola Sampah Desa Go Pass masih berjalan 3 bulan sebagai Pelaksana Pengelolaan Sampah di Desa Kedungrejo. Kemudian Sutik memaparkan, bahwa kedepannya melalui Go Pass sampah plastik bisa diolah menjadi BBM dengan alat yang disebut Destilator.

Masih menurut Sutik bahwa uang dari iuran warga dan hasil penjualan sampah daur ulang sebesar Rp. 60 juta per bulan belum mencukupi untuk menutupi biaya operasional penanganan dan pengelolaan sampah Desa Kedungrejo. Dan karena tidak berada di bawah binaan BUMDes, maka LPJ neraca bulanan Go Pass selaku Badan Pengelola Sampah Desa langsung kepada Kepala Desa Kedungrejo, Ahmad Zaiho.

“Perihal sampah itu, pak Kades tidak pernah mengizinkan sampah tersebut di taruh di halaman belakang Galaxy Fun. Tapi saya yang memaksa,” Ungkap Sutik.

Sementara secara terpisah, Ahmad Zaiho, Kepala Desa Kedungrejo saat dikonfirmasi MTI di Kantornya menyatakaan hal yang sama. Kamis (19/11/2020).

“Iya cuma sementara, sambil menunggu Destilator bisa difungsikan. Dan bukannya ditimbun tapi tetap nantinya diambil lagi,” Ucapnya.

Ahmad Zaiho menyatakan bahwa pihak Pemdes tetap serius dalam menangani persoalan sampah.

“Ya pelan pelan. Karena masalah sampah bukanlah masalah yang mudah,” Tuturnya sembari mengharapkan semua pihak turut aktif dalam persoalan sampah di Desa Kedungrejo.

“Pihak Pemdes tetap butuh kontribusi warga dalam penanganan sampah desa. Baik sumbangsih pemikiran atau tindakan yang nyata,” Harapnya.

Keberadaan tumpukan sampah yang terkesan di timbun tersebut, sempat membuat beberapa warga di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo merasa jengah. Karena selain terlihat kumuh juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Terlebih justru membuat pemandangan di Galaxy Fun semakin buruk. Apalagi Galaxy Fun yang dulunya dibangun sebagai Pujasera di Desa Kedungrejo belum juga difungsikan secara optimal. (Ried)