Sutrisno Bin Juna

Sutrisno Didakwa Menjual Obat Generik Tanpa Izin

MTI Situbondo JATIM - Kasus penjualan obat daftar G tanpa izin, warga asal Kampung Locancang, RT 02-RW 01, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sutrisno Bin Juna diancam pidana dalam pasal 198 JO Pasal 108 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Berawal dari adanya laporan masyarakat setempat, bahwa ada ‘Toko. Bintang Jaya’ milik terdakwa Sutrisno menjual obat daftar G tanpa izin, hal tersebut membuat Mantan Kanit Reskrim Polsek Panarukan Ach. Sutrisno, SH pada hari Jum’at (16/07/2019) melakukan penggeledahan melalui informan menemukan obat daftar G, seperti Paracetamol 8 (delapan) butir, Antalgin 14 (empat belas) butir dan Amoxcilin 30 (tiga puluh) butir di etalase toko milik terdakwa dan setelah terdakwa diinterogasi menjual obat daftar G tersebut, tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian.

Terkait permasalahan ini sudah masuk ke ranah Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suryani, SH, Sutrisno Bin Juna mendapat panggilan dari pihak Kejari Situbondo Kamis, (02/07/2020).

“Benar mas, saya mendapatkan surat panggilan dari Kejari Situbondo terkait penjualan obat daftar G, yang sudah berjalan hampir satu tahun yang lalu,” Ungkapnya, Jum'at (10/07/2020).

Menurut terdakwa, permasalahan ini dikira sudah selesai dan sudah tidak ada permasalahan lagi, karena pengakuannya sudah 3 (tiga) Minggu berstatus ‘Tahanan Kota’.

“Saya pikir sudah tidak ada pemanggilan lagi, ternyata masih saja ada surat pemanggilan dari pihak Kejaksaan, memang saya akui saat ini saya berstatus Tahanan Kota,” Jelas Terdakwa.

Saat ditanya apakah dia menghadiri surat panggilan dari Pihak Kejaksaan, Sutrisno menjawab belum, bahkan menuding pihak Jaksa seakan meminta loby dalam menutup kasus ini.

“Saya belum datang, tapi ibu Suryani selaku Jaksa Penuntut Umum selalu menghubungi saya Via seluler dan mengajak segera bertemu, seakan-akan meminta untuk di loby, agar kasus saya dihentikan, bahkan terkait kasus ini saya dulu pernah disuruh ibu Suryani untuk berbicara empat mata dengan bapak Jatim yang sudah lama kenal bersama saya,” Paparnya.

Sutrisno menambahkan, bahwa pihaknya sudah meminta bantuan kepada saudaranya yang bekerja di Kantor Pemerintah Daerah yang berinisial R, bahwa ia menerangkan kasus ini akan ditutup melalui loby kepada JPU.

“Saya sudah meminta bantuan kepada saudara saya R yang kebetulan berada di Pemerintahan Daerah Kabupaten Situbondo, untuk melakukan loby pemberhentian kasus kepada Ibu Suryani selaku Jaksa Penuntut Umum,” Kata Sutrisno kepada awak media. (Ujik)