Seleksi Calon Dirut PDAM Kabupaten Magetan

Seleksi Calon Dirut PDAM Kabupaten Magetan

MTI Magetan JATIM - Kekosongan Direktur Utama (Dirut) PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur mengharuskan Pemerintah Daerah segera melakukan pengisian jabatan Dirut PDAM Lawu Tirta, agar perusahaan ‘Plat Merah’ ini dalam menjalankan roda pengelolaan menegemen tidak ada kendala.

"Asmar Multy, Perwakilan Karyawan PDAM Magetan"

Pengumuman kepastian akan adanya lowongan calon Dirut PDAM Lawu Tirta No. PANSEL. DIRUTPDAM/9.1/07/2020 yang ditanda tangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pansel Dirut PDAM Lawu Tirta. Pendaftaran Dirut PDAM Lawu Tirta telah dibuka tanggal 22 Juli dan ditutup tanggal 27Juli 2020. BACA: Karyawan PDAM berharap Dirut dari Internal

Selesai dimulainya seleksi calon Dirut Lawu Tirta Magetan, Asmar Multy perwakilan karyawan PDAM Lawu Tirta di ruang kerjanya menyampaikan, dari internal PDAM Lawu Tirta Magetan tercatat 10 Orang dan dari eksternal tercatat 9 Orang.

Perwakilan karyawan sekaligus Kasubag Humas PDAM Lawu Tirta  Magetan, Asmar Multy memberikan warning kepada Pansel agar berhati-hati dalam menentukan kandidat yang akan diloloskan.

Pihaknya berharap kepada Pansel Dirut PDAM bisa memprioritaskan 10 orang dari internal PDAM Lawu Tirta, karena selama ini PDAM Lawu Tirta telah menunjukkan kinerja yang baik, dibuktikan dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam setiap tahunnya cukup signifikan dari pendapatan PDAM Lawu Tirta.

Diyakini didalam keterangannya, Asmar Multy menjelaskan, tidak semua yang mendaftar menjadi calon Dirut PDAM memiliki Sertifikat Manajemen Sumber Air. Sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No.10/PRT/M/2016 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pengelolaan SPAM.

Dalam Peraturan Menteri PUPR disebutkan Sertifikasi Kompetensi diwajibkan bagi mereka yang terlibat di dalam institusi pengelola SPAM, mulai Direksi/ Pimpinan PDAM, hingga tenaga kerja yang menangani Unit Air Baku, Produksi, Distribusi, Penurunan kehilangan air, pelayanan pelanggan, organisasi dan tata kelola, serta administrasi umum.

“Jadi sertifikat manajemen sumber air wajib dimiliki siapapun yang akan terpilih menjadi Dirut PDAM Lawu Tirta nanti,” Terang Asmar.

Jika nantinya PDAM dipegang orang yang tidak profesioanal dan berkompeten dibidangnya, akan menimbulkan masalah baru dalam pengelolaan perusahaan milik daerah tersebut. Dan salah satu kompetensi yang sesuai bidang Direksi di PDAM, maka syarat wajib telah memiliki Sertifikat Manajemen Sumber Air, selain syarat-syarat lain yang telah ditentukan Pansel.

Asmar menambahkan saat ini mayoritas staf dan karyawan PDAM berharap calon Dirut yang terpilih nanti berasal dari kalangan internal, yang rata-rata sudah menguasai liku-liku pengelolaan air minum dan sudah berkompetens dibidangnya dan sudah berpengalaman, bahkan ada yang sudah puluhan tahun berkecimpung di PDAM. Tentunya semua tetap melalui mekanisme berupa seleksi yang dilakukan Pansel.

Asmar berharap Pansel benar-benar cermat dan profesional sehingga nantinya menghasilkan direksi yang profesioanal dan berkompeten di bidangnya, sehingga dapat menjalankan roda perusahaan milik daerah ini ke arah yang lebih maju dan berkembang, agar nantinya bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” Pungkas Asmar tegas. (DW/ Jack)