PT. MILL Di Kabupaten Bulungan Membuang Limbah Sembarangan

PT. MILL Di Kabupaten Bulungan Membuang Limbah Sembarangan

MTI KALTARA - Ketua BPD Desa Binai, Yustenli Duli, saat dikonfirmasi MTI Perwakilan KALTARA mengungkapkan, bahwa terhadap AMDAL PT. Prima Bahagia Permai dan PT. MILL selaku Perusahaan Kelapa Sawit dan Pabrik Kelapa Sawit, yang terletak di Desa Tanah Kuning dan Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, yang berdampak pada usaha masyarakat Petani Padi, Petani Tambak, dan para Nelayan di kedua Desa tersebut, termasuk dampak yang dirasakan masyarakat akhir-akhir ini, mengenai BBM yang tertumpah ke air sungai dan laut, sehingga pencemaran air berdampak pada kerusakan pintu tambak warga sekitar.

CPO OIL PALM dari PT. MILL perlu dilakukan pengawasan langsung oleh pihak terkait, sehingga tidak berakibat merugikan warga masyarakat setempat.

“Selain itu, kami juga menilai bahwa PT. MILL ini juga dalam masa Pandemi Covid 19 terdapat 6 orang karyawan Positif Covid 19, ironisnya karyawan tidak diliburkan,” Ungkapnya.

Yustenli Duli, Ketua BPD Desa Binai, juga meminta klarifikasi oleh PT. MILL terkait tentang keterangan bahwa Karyawan PT. MILL yang Positif Covid 19 bukan berasal dari Binai, melainkan berasal dari Pabrik Kelapa Sawit PT. MILL yang pada posisi Pabrik tersebut berada pada wilayah Desa Tanah Kuning.

“Saya selaku Ketua BPD Desa Binai meminta kepada Pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan tindakan terhadap perusahaan yang membuang limbahnya sembarangan, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan pada Pasal 100 akan dipidana penjara 3 tahun dan denda 3 miliar,” Terangnya.

Dan sebagaimana diketahui bersama pada Pasal 59 (4), pengelolaan limbah B3 wajib mendapatkan izin dari Menteri, Gubernur atau Bupati/ Walikota sesuai dengan kewenangan nya.

“Untuk itu kami selaku masyarakat dan sekaligus sebagai Ketua BPD Desa Binai meminta agar peristiwa dapat dijadikan pelajaran buat kita semua,” Ujarnya. (AA).