Proyek Pekerjaan Jalan Tani Desa Bontoparang Menuai Kecaman

Proyek Pekerjaan Jalan Tani Desa Bontoparang Menuai Kecaman

MTI Takalar SULSEL - Pembangunan adalah aspek paling penting dalam suatu Negara yang pada hakikatnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Tapi hal itu tidak sesuai dengan Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Jalan Tani yang menuai kecaman da nada kejanggalan dalam pengerjaan dan juga tidak ada pemasangan Papan Nama (Plang) Proyek, yang terletak di Dusun Boddia, Desa Bontoparang, Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawes Selatan.

Pekerjaan itupun dikeluhkan oleh salah satu warga setempat, waktu mengunjungi langsung lokasi Proyek Jalan Tani tersebut, dia mengatakan kepada Awak Media (08/11/2020).

“Pengerjaan Proyek Jalan Tani itu banyak kejanggalan, mulai dari tidak transparansi, yaitu tidak ada pemasangan Papan Nama Proyek (Sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Perpres No. 58 Tahun 2017 Tentang Percepatan Pembangunan, mensyaratkan adanya pemasangan Papan Nama Proyek) dan juga dari segi pengerjaan galian pondasi yang tidak layak, karena galian pondasi cuma dikeruk kedalamnya hanya sekitar 5 atau 10cm,” Tuturnya.

Setelah itu Awak Media langsung menemui dan konfirmasi kepada Umar Nanring atau dg Nanring, selaku Pengawas Proyek Jalan Tani tersebut untuk dimintai keterangannya, lalu dg Nanring mengatakan.

“Saya tidak tau siapa yang punya proyek ini, saya cuma diamanatkan untuk mengawasi pekerjaan ini,” Jawab dg Nanring, yang juga Wakil Ketua BPD Desa Bontoparang singkat.

Hal yang sama juga dikatakan Dg liwang, Penyalur atau Penyuplai Meterial.

“Saya tidak tau bilan siapa yang punya Proyek Jalan Tani ini, saya cuma disuruh orang dari Makassar,” Ujar Dg Liwang.

Lalu Awak Media ini mencoba meminta Nomor WA/ Telfonnya sang Pemilik Proyek Jalan Tani kepada Dg Liwang, namun dia berkelit, “Tidak ada, saya tidak tau, saya cuma disuruh kasih masuk material,” Kilah Dg Liwang.

Lalu Awak Media mencoba konfirmasi kepada salah satu Pembawa Meterial yang bernama Salim Situru melalui Telpon Seluler, lalu dia menjawab, “Dg Nanring Pemiliknya Pekerjaan tersebut, yang anggota BPD itu,” Tegas Salim Situru.

Dengan hal ada sebagian pihak yang merasa dirugikan dengan pekerjaan tersebut. Salah satunya Dg Situju yang merasa dirinya sangat dirugikan oleh Dg Nanring dan Dg Liwang, dia mengatakan, “Saya ini merasa dirugikan, karna saya belum dibayar meterialku, baru bukanmi saya na tempati ambil meterial ada apa ini,” Katanya ke Awak Media.

Dan disisi lain Dg Tompo selaku pekerja juga mengatakan dirinya dirugikan, “Kenapa gaji saya belum dibayar, baru itu pekerjaan sudah lama selesai, kan lucu proyek sudah selesai, baru gaji saya belum dibayar,” Tuturnya sambil emosi.

Ketua Umum Forum Barapi, Dirman Danker merasa geram, saat ditemui Awak media ini di ruang kerjanya, Kamis (19/11/2020), saat mendengar ada pekerjaan siluman yang dikerjakan di Desa Bontoparang.

“Dalam waktu dekat, kami dari Barapi bakal melaporkan oknum yang notabenenya telah melanggar undang-undang keterbukaan informasi public,” Tutur lelaki yang biasa disapa Danker ini. (Rasyid)