MTI Bondowoso JATIM – Seperti yang pernah diberitakan proyek pekerjaan “Embung untuk pengembangan infrastruktur pengelolaan air bersih’ di

Proyek Embung Pengelolaan Air Bersih Berubah Jadi Kolam Ikan, Ternyata Lahannya Milik Warga

MTI Bondowoso JATIM – Seperti yang pernah diberitakan proyek pekerjaan “Embung untuk pengembangan infrastruktur pengelolaan air bersih’ di Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jatim, Tahun Anggaran 2019 dengan nilai Rp. 120 juta  dari Dinas Pertanian Bondowoso yang tak kunjung usai, membuat Sekda Syaifullah dan Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat angkat bicara. BACA: Proyek Embung Maesan Bondowoso.

Proyek embung yang diswakelola oleh Kelompok Tani Desa Pakuniran, Maesan Bondowoso yang awalnya untuk pengembangan infrastruktur pengelolaan air bersih kini beralih fungsi menjadi Kolam Ikan.

Setelah dipasang pintu dan di isi air, Jum’at (19/06/2020) dari Dinas Pertanian dan Kelompok Tani datang ke lokasi untuk menebar bibit ikan Nila dan Gurami, hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Kelompok Tani Sunawi saat dikonfirmasi di lokasi embung.

"Saat MTI Investigasi Lokasi Embung"

“Betul tadi sekitar jam 10.00 ditaburi ikan oleh Dinas Pertanian. Kurang lebih 1500 benih ikan Nila dan Gurami yang ditaburkan di kolam,” Jawab Sunawi polos.

Disisi lain Dinas Pertanian Bondowoso, melalui sekretaris dinas Hendri Widotono, ketika dikonfirmasi melalui Whatspp terkait alih fungsi embung menjadi kolam ikan, Hendri Widotono meminta bertemu hari Senin di kantornya.

“Hari Senin saja ketemu di kantor,” Jawab Hendri kepada MTI Singkat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pakuniran waktu dikonfirmasi di rumahnya, RT 03 – RW 01, Desa Pakuniran, Maesan, Bebun menyatakan tidak tahu.

Perlu diketahui jika proyek pembangunan embung dengan nilai Rp. 120 juta yang menggunakan uang pajak rakyat (Keuangan Negara), ternyata lahan yang digunakan adalah Tanah Hak Milik Pak Sun, warga RT 10 – RW 03, Dusun Sumberbendo, tanpa ada perjanjian secara tertulis sebagai dasar penggunaan lahan milik orang lain.

Ketika dikonfirmasi MTI di lokasi, Pak Sun menyatakan,”Ya benar itu lahan milik keluarga saya, tapi tidak ada kesepakan secara tertulis atau berita acara, hanya saya rembug sama keluarga, saya takut ruwet pak,” Ungkap Pak Sun.

Sementara Bendahara Kelompok Tani Desa Pakuniran, Hasyim juga menyampaikan tidak tahu.

“Sampai sekarang tidak pernah tanda tangan masalah Laporan Pertanggung Jawaban, (LPJ),” Papar Hasyim. (AE/Tor)