Pentingnya Proyek Pemetaan Di Banyuwangi

Pentingnya Proyek Pemetaan Di Banyuwangi

MTI Banyuwangi JATIM - Pentingnya suatu kegiatan Proyek Pemetaan menjadi bagian penting dalam sebuah proses pembangunan suatu Kabupaten/ Kota, terutama di Kabupaten Banyuwangi saat ini, karena dengan data dan informasi spasial maupun non spasial yang didapatkan tersebut, maka semua Pemangku Kepentingan bisa merencanakan suatu strategi, mengidentifikasi potensi, memperkirakan masalah dan mengantisipasi dampak yang timbul maupun cara penanganannya.

Menurut Andi Purnama, ST, Pengamat Kebijakan dan Pembangunan di Banyuwangi menerangkan, “Dari sebuah kegiatan Proyek Pemetaan yang dilakukan, Data dan informasi yang didapatkan tersebut akan membantu seorang Perencana untuk mempertimbangkan semua aspek dalam sebuah proses perencanaan pembangunan yang akan dilakukan dalam sebuah Kabupaten/ Kota,” Terangnya.

Bentuk kegiatan pemetaan itu sendiri terdiri dari:

  1. Pemetaan Perdesaan di Kabupaten adalah sebuah kegiatan dalam membuat data Spasial dan Unsur Peta Dasar dan Tematik dengan skala 1:5.000 yang akan digunakan dalam rangka penyusunan RDTR Pedesaan di sebuah Kabupaten. Peta dasar berupa peta wilayah administrasi, peta jaringan jalan, peta kontur, sedangkan peta tematik diataranya yaitu peta pola ruang, peta kepadatan penduduk, peta rawan bencana dan sebagainya.
  2. Kegiatan Pemetaan Lahan Pertanian Pangan Berkelajutan (LP2B) adalah dengan membuat Peta, agar terpetakannya penyebaran kawasan-kawasan Lahan Pertanian Produktif sebagai penyangga ketahanan pangan dan sumber daya pangan dan agar tidak terjadinya degradasi lahan secara besar-besaran.
  3. Kegiatan Pemetaan Lahan Perikanan yang Berkelanjutan adalah dengan membuat Peta, agar terpetakannya penyebaran kawasan-kawasan Perikanan di Kabupaten dalam skala Peta 1:5000 yang menjadi  masukan bagi penyusunan RTRW sebuah Kabupaten.
  4. Kegiatan Pemetaan Daerah Irigasi Kabupaten adalah membuat Peta jaringan irigasi dan titik-titik bangunan serta pelengkapnya pada Daerah Irigasi di masing-masing UPTD yang ada di Kabupaten/ Kota.
  5. Kegiatan Pemetaan Daerah Perlindungan Pesisir dan Laut adalah memetakan daerah konservasi laut yang tersebar di wilayah Pesisir Kabupaten, diantaranya juga menginventarisir sumberdaya alam kawasan pesisirnya.

“Dan dari 30 wilayah Pesisir di Provinsi Jawa Timur, hanya ada 7 lokasi yang direkomendasikan sebagai daerah konservasi laut, diantaranya adalah Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Blitar, Malang, Jember, Banyuwangi, dan Sumenep,” Imbuhnya menambahkan. (Irul).