Penjelasan Kadis Perkim Kota Tangerang Terkait Proyek Stadion Banten

Penjelasan Kadis Perkim Kota Tangerang Terkait Proyek Stadion Banten

MTI Kota Tangerang BANTEN - Terkait soal gonjang ganjing adanya proyek stadion Benteng yang rencananya akan direnovasi secara keseluruhan, dengan menelan biaya sekitar Rp. 60 Milyard, hanya 10 % nya saja Pemkot Tangerang bisa mengeluarkan anggaran, itupun dikerjakan secara Swakelola oleh pihak PUPR Kota Tangerang. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Tangerang H. Tatang Sutisna saat ditemui diruang kerjanya, Senin (26/10/2020).

“Berkaitan dengan hal itu Pemkot Tangerang telah merenovasi Stadion Benteng yang berdiri sejak tahun 1987, yang kini usianya telah mencapai 33 tahun,” Imbuhnya.

“Selama kurun waktu tersebut, Stadion Benteng digempur untuk direnovasi dan rehabilitasi dan diubah menjadi Stadion lndor yang bertujuan untuk menjadikan kegiatan positif bagi masyarakat Kota Tangerang khususnya dan Provinsi Banten pada umumnya. Sementara untuk Stadion Bola kaki rencananya akan dibangun di Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari Kota Tangerang,” Terang H, Tatang Sutisna.

Sedangkan untuk pengerjaan renovasi stadion Benteng, hanya Indor saja, yang dikerjakan secara swakelola, Stadion Benteng utara dan selatan dibuka bertujuan agar masyarakat bisa masuk dari dua arah, agar masyarakat bisa leluasa melakukan giat positif yang bertujuan untuk memasyarakatkan olah raga dan mengolah ragakan masyarakat apalagi disaat pandemi ini, ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk renovasi Stadion tersebut, jika dikerjakan oleh pihak ke 3 anggarannya tidak mencukupi. Diakui olehnya, Tender itu yang pada bulan Agustus 2020 lalu yang telah diagendakan di LPSE, telah dibatalkan karena keterbatasan anggaran.

“Apalagi di saat Covid 19 semua kegiatan berkurang, untuk itu Pemkot Tangerang memanfaatkan alat alat yang ada makanya kita sebagian dilakukan swakelola yang dilakukan oleh PUPR Kota Tangerang,” Ujarnya.

Adapun terkait (Kadis Perkim) panggilan oleh Kejaksaan Negri Tangerang diakui olehnya. Menurtnya wajar, karena ada yang melaporkan, jadi Kejari Tangerang memanggil dan semua itu untuk klarifikasi, tapi bukan hal terkait yang ini (Stadion Benteng) kilahnya.

“Intinya semua persoalan tidak ada Unsur Kerugian Negara,” Tutupnya. (Budi).