Penertiban Baliho Foto Cabup Banyuwangi Dianggap Tebang Pilih

Penertiban Baliho Foto Cabup Banyuwangi Dianggap Tebang Pilih

MTI Banyuwangi JATIM - Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur juga akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, mengikuti Pilkada serentak seluruh Indonesia. Namun sangat disayangkan dengan prilaku dan tindakan para Bakal Calon Bupati lebih memilih melakukan pencitraan dengan pemasangan foto dirinya (gambar banner) di sepanjang jalan poros maupun jalan desa, ketimbang menyampaikan program-program unggulannya untuk menarik hati masyarakat Banyuwangi.

Seperti posting ‘Foto Banner’ di Desa Kebaman, Kecamatan Srono Banyuwangi, banyak warga masyarakat yang komplain dengan pemasangan gambar-gambar banner yang di pertigaan jalan menuju Pekulo, tetlihat tidak tertib. Apalagi ada gambar Bakal Calon Bupati, sampai dipasang ‘2 baliho’ dalam satu tempat.

Jito, warga Kebaman berharap kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), “Jangan tebang pilih kalau memang banner-banner tersebut dianggap mengganggu pemandangan. Saya tidak melarang atau menghalangi kepada semua Bacabup dan Bacawabup yang mau masang gambar banner, tapi ya harus teratur dan beretika,” Ungkap Jito berharap.

“Foto-foto banner itu kan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan memimpin Banyuwangi, ya harusnya memberi contoh yang baik, untuk menaruh titik-titik banner di sudut-sudut jalan strategis, seperti jalan Nasional, jalan Provinsi dan jalan Kabupaten serta jalan Desa,” Kata jito.

Terkait informasi dari saudara Jito, tentang pemasangan foto banner para calon Bupati yang dianggap tidak tertib dan tidak beretika itu, diduga Sat Pol PP tebang pilih dalam melakukan aktivitas lapangan, sebagai tupoksinya.

“Media Tipikor Indonesia (MTI) terus menelusuri untuk mencoba menghubungi Satuan Tugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Seksi Trantib Kecamatan Srono, terkait dugaan amburadulnya pemasangan banner yang tidak tertib dan tidak beretika, sehingga timbul adanya komplain dari wargaa masyarakat Kebaman. Hingga  berita ini di tayangkan, belum ada jawaban dari Kasi Trantib Kecamatan Srono. (Ger/AF)