Penangan Covid 19 Di Blokagung Dinilai Lamban, Aktivis Ancam Gelar Demo

Penangan Covid 19 Di Blokagung Dinilai Lamban, Aktivis Ancam Gelar Demo

MTI Banyuwangi JATIM - Sejumlah warga dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Covid 19 (APEC19) mengkritik keras lambannya Pemerintah Daerah Banyuwangi (Gugus Tugas) terkait Penanganan Covid 19 di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, dan mengancam akan demo ke Kantor Pemda Banyuwangi.

Danu Budiyono, Aktivis Sosial Politik Banyuwangi yang juga Koordinator FPB (Forum Peduli Banyuwangi) mengatakan.

“Kami sangat menyayangkan lambannya Pemda Banyuwangi terkait Penanganan Covid 19 yang terjadi di Ponpes Darussalam Blokagung. Ini sudah viral di Sosial Media, banyak Nitizen yang mengkritiki lambannya Pemda Banyuwangi, baru bantuan datang dan Bupati baru hadir tadi siang (Senin, 24/08/2020). Sebenarnya besok Kamis ini kami akan menggelar aksi kemanusian di sejumlah titik jalan di Banyuwangi serta aksi demo di depan Pemda Banyuwang, setidaknya ada 10 Lembaga serta Ormas yang siap turun ke jalan. Ingat para Santri yang Reaktif Covid 19 itu sudah di isolasi mandiri sembilan hari tanpa sentuhan Pemda Banyuwangi, ini diutarakan Juru Bicara Ponpes Darussalam di akun Media Sosialnya yang semua orang bisa mengakses, sungguh ironis sekali ini,” Ujar Danu.

“Selanjutnya tentu kami akan memantau kinerja Pemda Banyuwangi (Gugus Tugas), jangan hanya besar ngomong di Media saja, lalu prakteknya tidak ada tindak lanjut penanganan maupun pencegahan nantinya,” Pungkas Danu geram.

Hal senada diungkapkan oleh Moh. Faisol Koordinator GARABB (Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu), “Bahkan kami dan rombongan sudah datang ke Blokagung dua kali sebelum Bupati hadir, kemarin-kemarin kemana saja Pak Bupati, kemana ratusan Milyar Anggaran Covid19 itu. Kedepan tentu kami akan Demo atau Audensi ke DPRD Banyuwangi mempertanyakan transparansi dan penyerapan anggarannya.,” Cetus Faisol.

Sementara Bondan Madani Koordinator GAMAN (Gerakan Milenial Nusantara) mengatakan, “Yang kami tahu justru selama ini yang peduli terkait Covid 19 yang terjadi di Ponpes Darusalam Blokagung malah dari pihak ke tiga, Kemenkes, Dinkes Jatim, KKP porbolinggo,” Terang Bondan.

“Blokagung itu ada di Banyuwangi, kemarin kemana Bupati, kemana juga pemda. Jangan biarkan Blokagung berjibaku sendiri. Santri-santri yang Reaktif itu adalah warga kita, saudara kita bahkan mungkin sanak saudara kita. Kami dari Millenial sangat menyayangkan kejadian ini, dan kami menghimbau selain warga bantu warga, sudah saatnya kita semua mempertanyakan juga kinerja Pemda Banyuwangi, jika tidak mampu atau sanggup, kami persilahkan mundur,” Kata Bondan.

Selanjutnya Dandi Satriyo, Wasekum P3A HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Banyuwangi Komisariat Cendikiawan Muslim.

“Kita ini sudah memasuki New Normal, tatanan kehidupan baru yang kita jalanin ini seyogyanya diikutin kinerja normal oleh Gugus Tugas atau Pemda. Ini adalah bencana kemanusian, dan mari bergandengan tangan dan terus mengingatkan. Kami mahasiswa dan rakyat selama ini sudah mentaati Protokol Kesehatan, Pemerintah juga harus peka kepada kami dong. Jangan menunggu kami atau warga beraksi baru bertindak,” Tutupnya. (RR/ DB)