Pembangunan Jalan Usaha Tani Sumbersewu Muncar Belum Satu Tahun Sudah Hancur

Pembangunan Jalan Usaha Tani Sumbersewu Muncar Belum Satu Tahun Sudah Hancur

MTI Banyuwangi JATIM - Dinas Pertanian dan Pangan melaksanakan kegiatan ‘Pembangunan Jalan Usaha Tani’, di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan nilai kontrak Rp. 185.254.000 (Seratus Delapan Puluh Lima Juta Dua Ratus Lima Puluh Empat Ribu Rupiah), yang bersumber dari Dana Anggaran APBD Kabupaten Banyuwangi.

"Vicky Septalinda, Anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PDI Perjuangan"

Namun hasil Pembangunan Pekerjaan Jalan tersebut menjadi pembicaraan dan membuat kecewa warga, karena kondisi Jalan Usaha Tani tersebut Rabatanya atau Cornya sudah hancur.

Petani yg berinisial Rz menyampaikam ke Media Tipikor Indonesia (MTI), “Kulo merasa kecewa dereng setunggal tahun rusak sedoyo terus sinten sing tanggung jawab nggeh (Red, Saya merasa kecewa, belum satu tahun sudah rusak semua, trus siapayang bertanggung jawab ya),” Katanya geram kepada MTI, Sabtu (23/01/2021). Dia menyampaikan kekecewaannya dengan kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Rekanan atau Kontraktor Pelaksana Pekerjaan.

MTI langsung menghubungi salah satu Anggota DPRD Banyuwangi yang Nobene sebagai Fungsi Pengawasan atau Kontrol semua Anggaran yang diserap Pemerintah. Vicky Septalinda, Anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan melalui sambungan WhatsAppnya, Minggu (24/01/2021).

“Kita kan belum kroscek di lapangan, jadi tanggapan kita sebagai Anggota Fraksi PDI Perjuangan ya lebih baik ada di Komisi IV, lebih tahu dulu turun ke lokasi melihat kondisi dan menanyakan kepada Dinas terkait atas kebenaran dan kualitas dari pada Proyek yang dilaksanakan Tahun 2020,” Jelas Vicky.

Ficky melanjutkan, “Jadi ya belum bisa menyampaikan secara jelas, ini kan urusanya fisik yang sudah dilaksanakan, ya kalau memang betul adanya seperti itu, ya kita harus memberi masukan atau evaluasi terhadap Mitra CV yang mengerjakan dan pembangun bertahan sesuai dengan kebutuhan di Wilayah Masyarakat,” Imbuhnya.

“Menurut saya, pekerjaan itu segera dievaluasi kalau memang pekerjaan itu tidak berkualitas, ya Dinas harus tegas dibackklis,” Pungkas Vicky.

MTI sendiri tidak akan berhenti dan akan terus melakukan Investigasi, serta Konfirmasi kepada Dinas terkait, sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. (Ger)