MTI Banyuwangi - Ticket kendaraan di PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang - Gilimanuk, bagi calon pengguna jasa penyebrangan mulai dikeluhkan. Faktor

Mafia Ticket Penyebrangan ASDP Ketapang Terungkap

MTI Banyuwangi - Ticket kendaraan di PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang - Gilimanuk, bagi calon pengguna jasa penyebrangan mulai dikeluhkan. Faktor keluhan, diduga pemainan ticket yang dilakukan oknum pekerja ASDP nakal, yang kini dilaporkan oleh pengguna jasa ke Kepolisian Pelabuhan.

Hal tersebut terungkap, setelah adanya pengakuan dari salah seorang karyawan PT. Duta Bahari Menara Line berinisial "P" selaku outsourcing di PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang - Gilimanuk, yang mengaku kalau dirinya dijadikan saksi terkait dugaan penyalahgunaan penjualan ticket masuk truck di PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi.

Dari keterangan "P", dia mengungkapkan, masalah ini sampai terkuak, awalnya setelah seorang sopir truck melakukan komplain adanya ketidak sesuaian terkait ticket penyebrangan truck yang telah dibelinya, dan hal itu kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian KP3 Tanjung Wangi.

“Saya tiba-tiba mendapat panggilan dari KP3 Tanjung Wangi dan ditanya terkait masalah ticket. Dan saya ditanya kenapa kok bisa ada yang complain ?. Ungkap "P" menirukan ucapan polisi.

Setelah itu, selama kurang lebih dua bulan, tidak ada lagi tindak lanjut terkait masalah itu. Hingga saat ini, "P" mengaku telah dipanggil oleh penyidik Polresta Banyuwangi sebanyak dua kali. Panggilan pertama, melalui surat panggilan resmi, pada Kamis (12/01/2020). Sedangkan panggilan kedua, pada Sabtu (25/01/2020) kemarin, namun tanpa surat panggilan resmi, hanya melalui lisan.

Saat panggilan pertama, "P" mengaku tiba-tiba diajak "H" ke Mapolresta Banyuwangi, dengan alasan disuruh membantu permasalahan ini, padahal itu adalah panggilan resmi dari Mapolresta Banyuwangi.

Ironisnya lagi, "P" menyebut bahwa terkait proses hukum masalah ticket ini, "H" sudah menghabiskan dana sebesar 50 juta, karena itu "P" disuruh tenang dan mengikuti proses hukum sesuai arahannya. Dalam arahan "H" itu, "P" disuruh mengaku kenal dengan seorang oknum PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi berinisial "R".

“Saya ini gak kenal sama "R", tapi kok disuruh ngaku kenal. Saya disuruh tenang, karena "H" bilang, nanti kasus ini akan dibuat tindak pidana ringan (tipiring), sehingga hukumannya ringan. Karena kata dia, pengacaranya sudah koordinasi dengan kejaksaan.". Terangnya.

Sementara, Humas PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi, Sandi Nugroho saat dikonfirmasi via telepon selulernya menyampaikan, bahwa permasalahan ini akan disampaikannya kepada pimpinan.

“Saat ini pak Kepala Cabang (Kacab) sedang berada di Jakarta, nanti jika beliau sudah datang, sampean saya kabari". Kata Sandi.

Sedangkan oknum "H", saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp telepon selulernya hingga berita ini ditayangkan tidak ada jawaban. (MT)