Inti Bawono bersama MTI dan Lintas Media

Lukman Hakim Mendapatkan Perawatan Lanjutan Di RSUD Blambangan

MTI Banyuwangi JATIM – Sebelumnya sudah diberitakan Media Tipikor Indonesia (MTI), Lukman Hakim warga Dusun Lugjag, RT 02 – RW 02, Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur harus terkucilkan oleh tetangganya sendiri, bahkan dia harus melaksanakan sholat berjamaah di kampung sebelah, akibat adanya issue yang menyebut dirinya terkonfirmasi Covid 19, Selasa (18/08/2020).

BACA: Saya Harus Terkucilkan Karena Isue Hasil Rapid Test

Setelah Team MTI dan Perwakilan LSM Kobra mendatangi Pemdes Pengantigan akhinya baru diketahui jika setelah Lukman Hakim melaksanakan Rapid Test, menurut dokter pemeriksa di UPTD Puskesmas Gitik, hasilnya terpantau Reaktif dan harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, namun anehnya Lukman tidak mendapatkan selembar surat pemberitahuan hasil Rapid Test tersebut, Dan baru tanggal 18 Agustus 2020 kemrin Test Swab baru dilaksanakan.

3 hari setelah Swab dilaksanakan dan hasilnya sudah diketahui, pada hari Jumat, 21/08/2020 Lukman Hakim sekitar jam 07.30 WIB dijemput oleh Team Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 menggunakan mobil Ambulance dan dibawa ke RSUD Blambangan, guna dilakukannya pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan perawatan di Ruang Isolasi.

Mendapat informasi jika Lukman Hakim dijemput Team Medis RSUD Blambangan, Team MTI bersama lintas media (Baca: Sidik Kasus dan Centra Media) melakukan penelusuran ke pihak Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, yang merupakan Rumah Sakit rujukan Penanggulangan Covid 19.

Dikonfirmasi lewat WhatsAppnya KTU RSUD Blambangan, Wayan Sastra mengatakan jika dia masih di luar kota, “Maaf mas, saya posisi masih ada di luar kota, dan dalam hal ini sudah saya share ke team,” Jawab Wayan.

Sementara ketika Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono dikonfirmasi melalui pesan WhasAppnya, Rio menjawab, “Kalau soal untuk penanganan di Rumah Sakit bisa langsung ke Direktur RSUD Blambangn,” Terangnya.

Sesampainya di RSUD Blambangan, Lukman mendapatkan pemeriksaan awal, yakni Tracing. Kemudian dilanjutkan dengan Foto Thorax untuk menentukan penanganan lebih lanjut. Setelah 3 jam baru diketahui hasil pemeriksaan awal tersebut, ternyata hasilnya kondisi Lukman sangat bagus, karena itulah dia ditempatkan di Ruang Isolasi 3.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid 19 RSUD Blambangan, Inti Bawono saat ditanyakan terkait penanganan kepada Lukman Hakim.

Inti Bawono melanjutkan, “Pemeriksaan Bapak LH bertujuan untuk memutus Mata Rantai Penyebaran Covid 19 dan juga memastikan apakah ada riwayat penyakit lainnya, seperti Diabet dan lain-lain,” Imbuh Inti.

“Besuk kami akan melakukan Rapid Test kepada anak, istri dan orang-orang yang terdekat dengan LH, agar kami ketahui, apakah mereka juga sudah tertular atau bagaimana, semuanya untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid 19”, Tutup Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid 19 RSUD Blambangan, Inti Bawono.

Namun kasus Lukman Hakim belum disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Wijdi Lestariono. (Team MTI)