Bupati Anas Menghadiri Festival Pangan Non Beras

LSM Desak Bupati Anas Mundur Karena Gagal Menangani Covid 19 di Banyuwangi

MTI Banyuwangi JATIM - Jumlah kasus konfirmasi Covid 19 di Banyuwangi pada hari Minggu tanggal 29 Agustus 2020 jumlah kasus konfirmasi Covid 19 bertambah 84 kasus positif baru, sehingga total angka konfirmasi Covid 19 di Banyuwangi menjadi 771 kasus. Sebelumnya pada Jum'at tanggal 28 Agustus 2020 terjadi penambahan 346 kasus positif baru, dari hasil uji swab 340 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Blokagung positif Covid 19 (sumber: Dinas Kesehatan Banyuwangi).

Padahal Anggaran Percepatan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Banyuwangi sangatlah besar. Berdasarkan data yang dihimpun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah mengucurkan anggaran sekitar Rp. 100,3 Miliar untuk Penanganan Pandemi Covid 19.

Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK), Muhammad Helmi Rosyadi menyesalkan beberapa anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid 19 terkesan Mubadzir.

“Contohnya adalah Proyek Renovasi Gedung Wanita yang memakai Anggaran Penanganan Covid 19 sekitar Rp 1 Miliar, ternyata sampai saat ini juga tidak difungsikan sebagaimana mestinya,” Sesal Helmi pada hari Minggu (30/08/2020).

Helmi juga menyesalkan Anggaran Renovasi untuk Gedung Wisma Atlet di Simpang Tiga Gajah Mada namun belum difungsikan untuk tempat tinggal Tenaga Medis (Paramedis) yang menangani pasien Covid 19, namun belum difungsikan. Selain itu, ia juga mempertanyakan pengadaan 1 Juta Masker.

“Kenapa Gedung Wisma Atlet, di Simpang Gajah Mada Banyuwangi belum difungsikan dan kemana pengadaan 1 Juta Masker yang menelan anggaran biaya miliaran rupiah tersebut. Entah dibagikan ke siapa saja masker itu, apakah rakyat miskin yang menerima, atau dipakai sebagai ajang politik ?” Tanya Helmi yang juga Ketua Aliansi Rakyat Miskin (ARM).

Selain disinyalir menghambur-hamburkan anggaran APBD, Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Banyuwangi dengan ‘Sembrononya’ menggembar-gemborkan New Normal atau kebiasaan baru tanpa persiapan yang matang.

Penambahan jam operasional Mall dan Toko Modern, Cafe Karaoke harus diimbangi dengan penerapan disiplin mematuhi Protokol Kesehatan.

Saat ditemui wartawan di rumahnya, Helmi mempertanyakan apakah Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Banyuwangi sudah melakukan evaluasi penerapan Era New Normal dan pengawasan perilaku masyarakat untuk mematuhi Protokol Pencegahan Covid 19.

“Sudahkah Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Banyuwangi melakukan evaluasi penerapan Era New Normal dan Pengawasan Prilaku Masyarakat.  Terbukti Bupati Anas gagal dalam memimpin Satgas Penanganan Covid 19 di Kabupaten Banyuwangi,” Tegas Helmi.

“Belum lagi Bupati Anas yang berani membuka Destinasi Wisata lengkap dengan event-event mirip Banyuwangi Festival disaat Pandemi belum berakhir. Terbukti, dari hari ke hari jumlah Pasien Positif Covid 19 di Banyuwangi terus meningkat tajam,” Ungkap HHelmi.

“Penerapan New Normal tanpa dilandasi pelaksanaan Protokol Kesehatan secara ketat sangat keliru dan berbahaya. Sebaiknya segera dilakukan evaluasi kebijakan New Normal untuk mengurangi Penyebaran Covid 19 yang semakin masif, perlu penerapan mirip Karantina Wilayah,” JelasHelmi.

“Silahkan Bupati Anas mundur dari Ketua Satgas Penanganan Covid 19 dan sebaiknya digantikan oleh yang lebih mumpuni,” Pungkas Helmi. (RR/ MHR)