Lapas Banyuwangi Gandeng Yayasan Gennesa Beri Pelatihan Warga Binaan Jadi Seorang Barista Lapas Banyuwangi Gandeng Yayasan Gennesa Beri Pelatihan Warga Binaan Jadi Seorang Barista Media Tipikor Indonesia

Redaksi / 09 Agustus 2023 / Dilihat 1228 kali

Lapas Banyuwangi Gandeng Yayasan Gennesa Beri Pelatihan Warga Binaan Jadi Seorang Barista

MTI Banyuwangi JATIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi membuat Terobosan baru dalam melakukan Pembinaan kepada Warga Binaan. Kali ini, Warga Binaan diberi Pelatihan untuk menjadi Seorang Barista.

Dalam Pelatihan tersebut, Lapas Banyuwangi menggandeng Yayasan Gendhog Nemu Sariro (GENNESA) dalam rangka Pembinaan dan Pendapingan Rehabilitasi Sosial bagi para Narapidana (Napi), Warga Binaan (WB) yang sedang menjalani Hukuman di Lapas Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kalapas Banyuwangi, Wahyu Indarto, saat meninjau Pelaksanaan Pelatihan menerangkan, “Jadi, Kami memang telah melakukan Perjanjian Kerjasama dengan Yayasan GENNESA dalam rangka membantu melakukan Rehabilitasi Sosial,“ Terang Kalapas Banyuwangi, Selasa (08/08/2023) kemarin.

Menurut Kalapas Banyuwangi, Pelatihan tersebut bertujuan untuk melatih Keterampilan Warga Binaan, khususnya dalam Pengolahan Kopi, sehingga dapat membawa Manfaat, ketika telah selesai menjalani Masa Pidana.

“Harapannya, tentu ketika sudah bebas nanti, Warga Binaan ini dapat mengembangkan Keterampilan Barista yang telah dimiliki menjadi sebuah Wirausaha,” Harap Kalapas Banyuwangi, Wahyu Indarto.

Sejalan dengan Kalapas Banyuwangi, Ketua Yayasan GENNESA Tutik Handayani, mengatakan, bahwa Pelatihan Barista yang diberikan kepada Warga Binaan tersebut merupakan Wujud Kepedulian sehingga Warga Binaan dapat memiliki Bekal Keterampilan yang dapat dikembangkan untuk mencari Sumber Penghasilan setelah Bebas nantinya.

“Meskipun tidak bekerja di Kafe, namun Temen-Temen ini harapannya dapat menjadi Owner dari Kafe itu sendiri,” Kata Tutik.

Ketua Yayasan GENNESA menegaskan, bahwa Yayasan GENNESA bersedia melakukan Pendampingan kepada Warga Binaan ketika sudah Bebas dari Lapas, untuk memberikan Pelatihan lebih lanjut agar Mereka dapat benar-benar menguasai Keterampilan Barista.

“Bagi Temen-Temen Warga Binaan yang ketika Bebas nanti masih belum memiliki Pekerjaan, Mereka bisa menghubungi GENNESA untuk terus Kami berikan Pelatihan. Karena hal ini juga merupakan salah satu bentuk Rehabilitasi Sosial untuk Pemulihan,” Pesannya.

Menjadi Seorang Barista, kata Tutik, membutuhkan kesabaran yang juga akan berpengaruh terhadap Perilaku dalam keseharian dari Warga Binaan.

“Kita tahu, mungkin Mereka belum bisa Sabar, namun Kita latih untuk bisa Sabar. Nah itu salah satu Korelasinya untuk Perubahan Perilaku,” Sambung Tutik Handayani, Ketua Yayasan GENNESA.

Warga Binaan sangat Antusias mengikuti Pelatihan tersebut. Bahkan beberapa Warga Binaan sudah memiliki Pandangan akan menekuni Keterampilan tersebut untuk membuka sebuah Kedai Kopi.

“Ketika Saya bebas nanti, Saya akan menghubungi GENNESA untuk belajar lebih lanjut. Karena ini menjadi salah satu Peluang bagi Saya untuk membuka Usaha,” Ungkap GT, salah satu Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut.

(Reporter: BUD & Editor: MEDIA TIPIKOR INDONESIA).

#Lapas Banyuwangi #Yayasan Gennesa #Warga Binaan #Pelatihan Barista