KOPAT Kabupaten Banyuwangi Gelar Acara Peresmian KOPAT Kecamatan Blimbingsari KOPAT Kabupaten Banyuwangi Gelar Acara Peresmian KOPAT Kecamatan Blimbingsari Media Tipikor Indonesia

Redaksi / 10 Juni 2022 / Dilihat 209 kali

KOPAT Kabupaten Banyuwangi Gelar Acara Peresmian KOPAT Kecamatan Blimbingsari

MTI Banyuwangi JATIM - Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu Daerah yang terletak di Ujung Timur Pulau Jawa. Kabupaten Banyuwangi memiliki beraneka ragam Kebudayaan, Seni, Adat dan Tradisi.

Seiring dengan Kemajuan Tehnologi, beberapa Adat dan Tradisi yang ada di Kabupaten Banyuwangi sudah mulai jarang ditemui. Memperhatikan dan mengamati keadaan tersebut, salah Seorang Tokoh Adat Osing, Budayawan Osing, Pelaku Seni dan Tradisi, yang bernama Sanusi Marhaedi, yang akrab disapa Kang Usik, Warga Kampung Dukuh Desa/Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, yang sudah tidak Muda lagi, memiliki Ide dan Gagasan berusaha mendirikan sebuah Komunitas dengan Tujuan mengembalikan, mempertahankan dan menyelamatkan adanya Kebudayaan, Seni, Adat dan Tradisi Kabupaten Banyuwangi.

Dengan Tekad yang kuat, Kang Usik akhirnya mendirikan sebuah Komonitas yang diberi nama “Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT), yang bertempat di Kampung Dukuh, Desa/Kecamatan Glagah. Selaku Pendiri, Kang Usik memberikan kepercayaan kepada Wowok Meirianto sebagai Ketua Umum KOPAT.

Seiring berjalannya Waktu, Kopat mendapat Respon Positif dari Masyarakat Banyuwangi, karena Kiprahnya dinilai sangat Positif, sehingga Kopat memiliki Cabang di beberapa Kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Banyuwangi, antara lain Kecamatan Cluring, Kecamatan Singojuruh, Kecamatan Banyuwangi dan pada Hari Kamis, Tanggal 9 Juni 2022, Komunitas Adat Osing Banyuwangi menggelar Acara Peresmian KOPAT Blimbingsari, yang bertempat di Dusun Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Anggota KOPAT, serta beberapa Padepokan yang ada di Dusun Patoman, Kepala Kesbangpol Banyuwangi Muhamad Lutfi, SSos, MSi, Ketua DKB Banyuwangi Hasan Basri, serta beberapa Kerawat Desa Patoman.

Kepala Desa (Kades) Patoman, Drs. Suwito, ketika disambangi di Kantor Desa Patoman menyampaikan Permohonan Maaf kepada segenap Pengurus, Anggota KOPAT dan seluruh Undangan, karena Dia tidak bisa hadir saat Acara Peresmian KOPAT Desa Patoman Blimbingsari. Kades Suwito mengatakan pada Hari yang sama Dia sedang ada Rapat dengan Pihak Kecamatan Blimbingsari.

Kades Patoman, Drs. Suwito, menyatakan, “Saya sangat merespon Positif dengan hadirnya KOPAT di Desa Patoman ini. Saya tidak mau menilai Segi Negatifnya jika itu ada, tetapi Saya lebih menilai dari Segi Positifnya,” Ungkapnya.

“Saya merespon Positif, karena KOPAT itu sendiri sebuah Organisasi Pelestari Adat dan Tradisi yang ada di Banyuwangi. Dengan begitu, Warisan Leluhur Kita benar-benar bisa Terjaga. Apalagi di Dusun Patoman ini sangat beragam Adat Tradisinya. Karena di Dusun Patoman ini ada beberapa Suku, di antaranya ada Suku Bali, Suku Madura, Suku Osing dan mungkin ada juga Suku yang lain. Akan tetapi sejauh ini Solidaritas di antara Mereka benar-benar Terjaga,” Tambahnya.

“Semoga ke depannya lebih Erat lagi Persatuan antar Umat yang ada di Patoman ini,” Harap Kades Patoman, Drs. Suwito.

Sementara itu, Wowok Meirianto, Ketua Umum KOPAT, didampingi Teguh Eko Rahadi, SAB, Kepala Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, memberikan keterangan terkait Sejarah berdirinya Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT).

“Ini sudah beberapa Tahun mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Adat dan Tradisi Masyarakat Banyuwangi, seperti ketika Bayi Pertama kalinya diturunkan ke Tanah (Bahasa Osingnya Mudun Lemah), Perang Jangkat, ketika ada Sepasang Penganten yang baru dipertemukan sebelum Duduk di Pelaminan, Kosek Ponjen, biasanya mempelai yang bersangkutan, salah satunya Anak Bungsu, Labuh Singkal, Labuh Tandur, Labuh Gurit, Labuh Gampung dan lain sebagainnya, yang berkaitan dengan Ritual Pertanian. Namun baru Bulan November 2019, KOPAT diresmikan di Kediaman Wak Usik, selaku Pendiri di Dusun Dukuh, Desa/Kecamatan Glagah. Dan baru 2021, Legalitas KOPAT dikeluarkan,” Terang Ketua Umum KOPAT, yang juga Owner (Pemilik) Waroeng Kemarang, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

“Saat ini KOPAT sudah memilik Cabang di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Dan Alhamdulillah, Pemkab Banyuwangi sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan yang digelar oleh KOPAT,” Imbuhnya.

“Semoga ke depannya KOPAT bisa memiliki Cabang di setiap Kecamatan yang ada di Banyuwangi ini,” Tutup Wowok Meirianto, Ketua Umum KOPAT berharap.

Dalam rangkaian Acara Peresmian tersebut, sekaligus Penyerahan SK KOPAT Cabang Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. (MYasin/MTI)