MTI Banyuwangi JATIM – Aksi protes para Supir Truck pengangkut logistic kembali terjadi, namun kali ini aksi mereka mendapat dukungan yang lebih luas

Ketua DPRD Banyuwangi Hadir Di Tengah Aksi Supir Tolak Rapid Test

MTI Banyuwangi JATIM – Aksi protes para Supir Truck pengangkut logistic kembali terjadi, namun kali ini aksi mereka mendapat dukungan yang lebih luas dari sesama supir, dari Supir Travel, Sopir Pengangkut Sayuran, Buah-buahan dan lain-lain.

"Mas Jhon, Perwakilan Solidaritas Sopir Indonesia"

Aksi para supir tersebut terpusat didalam Terminal Sritanjung, Kapuran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Jum’at (26/06/2020). Dan aksi tersebut merupakan bentuk protes adanya Rapid Test kepada supir yang masih tetap diberlakukan oleh Pemprov Bali.

Sebelumnya gabungan para supir pengangkut logistic tujuan Bali yang tergabung dalam ‘Solidaritas Supir Indonesia’ telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Pemkab, Ketua DPRD dan Kapolresta Banyuwangi untuk dimediasikan terkait kebijakan Rapid Test untuk para supir, Selasa (23/06/2020).

Karena dianggap tidak ada jawaban dan kepastian terkait surat yang telah mereka kirimkan, akhirnya mereka melakukan aksi lanjutan yang lebih luas lagi, dan aksi tersebut mendapatkan apresiasi dari para supir lainnya. Bahkan aksi mereka menutup pintu masuk ke Pelabuhan Penyebrangan ASDP Ketapang, dengan cara memarkir kendaraannya di depan pintu keluar masuk pelabuhan.

Dalam aksinya, para supir melakukan orasi dengan menolak biaya Rapid Test yang dianggap sangat mencekik dan membebani para supir tersebut. Perwakilan supir yang sering disapa Mas Jhon menaiki mobil orasi dan memberitahukan dan menunjukkan bahwa surat yang dikirimkan pada hari selasa lalu sudah mendapat jawaban dari DPRD Banyuwangi serta mengundang perwakilan supir untuk hadir pada hari Senin, tanggal 29 Juni 2020 di Gedung DPRD Banyuwangi.

Akan tetatpi para supir tidak langsung percaya begitu saja dengan adanya surat dari Wakil Rakyat Banyuwangi itu, mereka berisikukuh tetap melakukan aksi tersebut sampai perwakilan dari Pemerintah Banyuwangi hadir dan berbicara langsung dengan para supir yang hadir.

Aksi tersebut membuat kemacetan di area Pelabuhan Ketapang, namun tak berselang lama atau beberapa saat mereka melakukan orasi, tiba-tiba ada salah seorang supir yang menginformasikan, jika Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara akan hadir untuk mendengar langsung keluhan para supir.

Tak lama kemudian Ketua DPRD Banyuwangi tiba dan langsung menuju ke kerumunan massa supir, naik ke atas mobil Pick Up yang digunakan untuk orasi dan menyapa para supir, memperkenalkan diri dan memberikan pesan-pesannya.

“Selamat sore dulur-dulur kabeh, saya Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, sebenarnya sudah mendengarkan keluhan jenengan semua, kita merasakan keberatan jenengan semua, untuk itu saya hadir disini untuk menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Banyuwangi akan berjuang bersama sama jenengan,” Ungkap Made, pangilan akrab Ketua DPRD Banyuwangi.

“Hari Senin kita bersama-sama dengan fraksi lain memperjuangkan apa yang jenengan keluhkan semua, untuk itu kita berdoa bersama-sama supaya kita bisa memperjuangkan keberatan jenengan semua,” Terang Made.

Setelah mendapat jawaban dari Ketua DPRD Banyuwangi, perwakilan aksi solidaritas, Mas Jhon menghimbau dan menginstruksikan para rekan rekan supir untuk membubarkan diri dan juga mengajak para sopir bersama-sama mendatangi Gedung DPRD Banyuwangi.

“Saya harap rekan-rekan setelah ini bubar, Hari Senin kita bersama-sama mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi untuk menyampaikan keluhan kita kepada para wakil rakyat,” Katanya Mas Jhon.

Namun sebelum membubarkan diri para supir mengatakan, “Kami para supir tidak butuh janji-janji, yang kita butuhkan adalah bukti,” Kata salah satu supir. (WW/ Ank/JL)