Keluh Kesah Pedagang Pasar Kampung Asembagus

Keluh Kesah Pedagang Pasar Kampung Asembagus

MTI Situbondo JATIM - Pedagang lapak Pasar Kampung, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur meminta kepada dinas terkait, agar lapaknya bisa diberikan tempat untuk berdagangan lagi.

Agus adalah salah satu pedagang lapak di pinggir jalan yang bangunan lapaknya juga kena gusur, karena adanya proyek pembangunan pelebaran jalan dan lahan yang ditempatinya adalah milik Dinas Pengairan.

“Kami harap kepada Pemerintah Daerah, khususnya dinas terkait, saya dengan ibu Mery diberikan ijin untuk kembali menempati tanah milik Pemerintah untuk berjualan, karena saya dengan ibu Mery sudah bertahun-tahun menempati tempat tersebut. Saya sendiri juga bingung untuk mencari tempat kembali,” Kata Agus penuh harap.

Di tempat yang sama Petugas Dinas Pengairan menyarankan untuk sementara tidak diperbolehkan berjualan di pinggir jalan Pasar Kampung, karena pembangunan pelebaran jalan masih proses pengerjaan.

“Saya tidak punya wewenang dalam hal ijin bangunan lapak,” Ujar Parjo petugas pengairan.

Salah satu anggota LSM Tamperak, Taufik Hidayat menghimbau, nantinya ketika pembangunan pelebaran jalan sudah selesai, Pemerintah Daerah agar duduk bersama dengan pedagang lapak.

“Tidak hanya salah satu penjual, tapi para pedagang kecil sepanjang jalan Pelabuhan Jangkar yang lapaknya terindikasi lapaknya di gusur akibat adanya pelebaran jalan, karena usaha kecil tersebut sebagai penopang salah satu ekonomi keluarga,” Terang Taufik.

Di tempat terpisah ketika Kepala UPTD Pengairan Arjasa, Rendi dihubungi melalui Via Telfon, Rendi menjelaskan, “Bahwa sekarang ini masih dalam proses pengerjaan proyek, ketika sudah di SP 2 kan di tahun depan, kami akan meninjau kembali bangunan lapak tersebut, dan kami akan membicarakan dengan Dinas Tata Ruang dan Dinas Perdagangan, supaya menghasilkan jalan keluar yang terbaik,” Jelas Rendi.

“Baik pedagang pasar di pinggir jalan maupun pejalan kaki dan lain-lain supaya kedepannya sama sama diuntungkan dan tidak mengganggu satu sama lain,” Pungkas Rendi, Kepala UPTD Pengairan Arjasa. (Sam)