Kegiatan Mahasiswa Kampus IAIN Parepare Dapat Ancaman Pembubaran

Kegiatan Mahasiswa Kampus IAIN Parepare Dapat Ancaman Pembubaran

MTI Parepare SUSEL - Salah satu Kampus Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare terus mendapatkan ancaman pembubaran kegiatan dengan sistem offline.

Para Aktivis Mahasiswa IAIN Parepare akan turun aksi selalu dapat intervensi dari aparat keamanan untuk membubarkan kegiatan-kegiatan penyambutan mahasiswa baru di IAIN Parepare.

“Pada saat audiensi persiapan penyambutan mahasiswa baru kemarin PBAK yang digelar Online dan Offline, Rektor akui dapat ancaman pembubaran, apabila berlangsung secara offline padahal sebelum adanya Peraturan Walikota,” Papar Muh. Fajar Ketua SEMA Fakultas Ushuluddin dan Adab.

Lanjutnya, bukan hanya kegiatan PBAK, setelahnya kerap dapat intervensi yang mengaku dari pihak kepolisian. Padahal sesuai Peraturan Walikota (Perwali) tegas, yang dilarang aktivitas kerumunan yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan bukan kegiatannya yang dilarang.

Sama halnya dengan Rahmat Sulastio mengatakan, perlu sangat mencermati kembali aturan Perwali untuk memberikan memberikan kebijakan dalam kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bermanfaat di Parepare.

“Kita perlu mencermati segala kebijakan dan aturan yang ada. Kampus PTKIN naungan Menteri Agama memiliki jalur akses tersendiri. Tetapi tidak dipungkiri peran Pemkot mesti kita libatkan demi kooperatifnya kegiatan-kegiatan bermanfaat selama sesuai Protokol Kesehatan dan juga kegiatan yang membutuhkan izin keramaian dari kepolisian,” Katanya.

“Tentu tidak elok didengar bahasa-bahasa ancaman yang dilontarkan oknum tersebut. Semestinya kebijakan dibuat sesuai Perwali, tidak untuk melarang berkegiatan. Tetapi bagaimana pelanggaran dapat diminimalisir dengan melaksanakan ketentuan yang ada. Ini jelas kegiatan izin kepolisian ada 2 kategori ada indikator kecil dengan peserta 300-500 dan ada indikator besar dengan kemungkinan menghadirkan massa 1.000,” Imbuhnya tegas.

Ahmad Riecardy selaku Ketua DEMA IAIN Parepare mengutarakan, berusaha semaksimalkan mungkin merapikan komunikasi yang tidak sesuai prosedur yang ada dan perlu dicermati untuk ditindak lanjuti kedepan,” Harapnya. (Rasyid)