1. Lelaki itu ada di dalam langarSurau kecil itu disambanginya tiap hariBaik waktu adzan magrib, isak dan subuhUntuk siang hari dia disawahJika

Jalan Para Sarjana 2

1. Lelaki itu ada di dalam langar

Surau kecil itu disambanginya tiap hari

Baik waktu adzan magrib, isak dan subuh

Untuk siang hari dia disawah

Jika magrib baru pulang

Dia bergegas menuju surau

Untuk sholat berjamaah

Meskipun lelahnya belum tuntas

SHALAT BERJAMAAH?!

Menggenggan aura positif

Dalam dzikir Bersama

Shalat berjamaah?!

Bersama sama membangun ukuwah

Bersama sama tangan menengadah

Merindukan kekusyukan

Dalam sujud dan tawaduk

Diharibaan Sang Pencipta

SHALAT BERJAMAAH

Juga dilakukan demi pengabdian

Dan tanggung jawabnya

Ingat selalu pada Tuhan!

INGAT SELALU PADA TUHAN?!

Itulah mimpi Panjang

JALAN PARA SARJANA KEHIDUPAN

MEREKA SELALU BERTANYA

Kenapa manusia ingat pada Tuhan

Harus menunggu ujian?!

Kenapa manusia ingat pada Tuhan..

Harus menunggu tertimpa bencana?!

Kenapa manusia ingat pada Tuhan

Harus menunggu mala petaka?!

Kenapa manusia ingat pada Tuhan..

Harus menunggu menjelang ajal?!

KENAPA KALAM

Ashaduallailahailallah Waashaduanna

Muhammadan Rasulullah

Harus dituntun pengucapanya menjelang ajal?!

Oh?!

Naudzubilla Mindzalik

2. LELAKI ITU MASIH DALAM LANGGAR

Sekarang dia ingin pulang

Sepulang dari surau

Sampai dirumah

Dia mengambil rumput sejumput

Berjalan menuju kendang

Untuk memberi makan sapinya

Setelah memberi makan sapinya

Lelaki itu masuk kamar

Bajunya banyak digantung dipintu

Ada juga di pogo atas bengahan

Digantung di pintu

Baju baju itu adalah harapan

Di pogo atas bengahan

Baju baju itu adalah mimpi Panjang

Baju baju itu adalah

HARI ESOKNYA YANG MENJELANG

Itulah baju bajunya

Dari pintalan benang kain sutera

Yang diambil dari hati Para Pujangga

Kegiranganmu menerima busana baru

Semakin tampak gemerlap

Ketika angin memiri menyentuh kulitmu

DAN KAU TERSENYUM KARENA ITU

NAMUN PARA SARJANA

Senantiasa waspada

Bahwa kemeja yang kau kenakan

Mengalihkan pandang mata si anak jalang

DAN KEMEJAMU

Sungguh tak mampu menutupi keburukanmu

3. DIDALAM KAMAR

Lelaki itu rebah dipembaringan

Matanya lurus memandang langit

Menembus atap

Berkat ketekunanya datang ke mushalla

Mengaji bersama tetangga

Berdzikir Bersama

Mengungkap keteladanan para sarjana

MATANYA TERUS MEMANDANG LANGIT

Ada galau yang tersisa dihatinya

Dan ketika pikiranya

Asyik melanglang ke angkasa

ANGIN DALU DATANG MEMBERI PESAN

Ada berasal dari tiada

Tiada berasal dari ada

Tidak perlu menjadi beban

TUHAN ADA DIMANA MANA

Semoga, Amin

Perum Kalipuro Asri 21.55Wib.30Juni2019

Begawan Cipto Roso