Kapolresta Banyuwangi, Arman AS Bersama Jajaran LSM Banyuwangi

Jajaran LSM Banyuwangi Dukung Polresta Banyuwangi Usut Aksi Premanisme Oknum LSM

MTI Banyuwangi JATIM - Sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Kabupaten Ujung Timur Pulau Jawa, dukung langkah Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dalam mengusut tindakan kasus anarkis dan premanisme oknum salah satu LSM yang diduga telah melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dokter jaga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan milik pemerintah, saat beraktivitas, Senim malam (27/07/2020), sekitar Pukul 22.00 WIB.

"Jajaran LSM Banyuwangi Sebelum Merapat Ke Mapolresta Banyuwangi"

Salah satu dari sejumlah jajaran LSM se-Banyuwangi, Mbah Eko Sukartono mengatakan, seluruh LSM yang ada di Banyuwangi sepakat menjaga kondusifitas Kabupaten Banyuwangi. Jika ada oknum-oknum LSM yang mencoba membuat keonaran di tlatah Bumi Blambangan ini, pihaknya akan bergerak menghadang mereka.

“Apa yang dilakukan oleh oknum LSM di RSUD milik pemerintah itu sangat memalukan. Mereka berbuat anarkis, dan premanisme. Perbuatan ini jelas melawan hukum, dan harus diproses secara hokum,” Tegas Mbah Eko Sukartono usai menggelar musyawarah bersama jajaran LSM, di salah satu cafe di seputar kota, Kamis (30/07/2020).

Lanjut Mbah Eko, pihaknya mendukung pihak Polresta Banyuwangi untuk memproses secara hukum pelaku premanisme.

“Kami membuat surat yang ditujukan kepada Polresta Banyuwangi serta TNI AD, TNI AL, Dirut RSUD Blambangan, Bakesbangpol, Satpol PP, Bupati Banyuwangi yang isinya mendukung proses penegakan supremasi hukum terhadap lembaga yang membuat onar dan siap menghadang anggota LSM yang datang dari luar Banyuwangi,” Tambah Mbah Eko, sapaan akrab Eko Sukartono.

Mbah Eko, yang juga mantan wakil Ketua DPRD itu mengungkapkan, kejadian seperti ini tidak hanya dilakukan di RSUD Blambangan saja, namun seringkali melakukan perbuatan seperti di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain dan instansi vertical serta intansi atau lembaga swasta di Bumi Blambangan.

“Saya bersama seluruh LSM mendukung langkah Polresta Banyuwangi agar segera mengusut tuntas, karena kejadian seperti bukan pertama ini. Tapi seringkali dilakukan, seperti saat menggelar aksi di DPRD, Dinas Sosial, Muncar dan yang terakhir di RSUD Blambangan. Kami siap menghadang, apabila anggota LSM tersebut melakukan aksi anarkis,” Ujar Koordinator LSM Rejowangi.

Usai menggelar musyawarah bersama jajaran LSM tersebut, sepakat untuk bersama-sama untuk bergerak menuju Mapolresta Banyuwangi guna menemui Kapolresta Banyuwangi, Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifuddin, untuk menyerahkan surat dukungan pengusutan dan pengungkapan kasus anarkisme yang dilakukan oleh oknum LSM yang melakukan pengeroyokan dokter jaga RSUD Blambangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran LSM yang sudah mensuport dan mengawal proses hukum dalam rangka penyidikan dan penyelidikan dugaan kasus kekerasan kepada dokter jaga RSUD Blambangan oleh oknum LSM,” Kata Kombes. Pol. Arman. AS.

Arman menjelaskan terkait laporan dr. MKM, pihaknya sudah memanggil terlapor, namun yang bersangkutan belum hadir.

“Kami sudah memanggil terlapor, tapi belum hadir. Karena besok hari raya Idhul Adha, kami berharap usai lebaran Idhul Adha terlapor hadir. Terkait laporan dr. MKM, pihaknya sudah memanggil 5 orang saksi. Baik saksi dari internal maupun saksi eksternal. Kami sudah memeriksa saksi-saksi, ada 5 orang yang kami panggil,” Jelasnya.

Sementara, Fais dari perwakilan pihak RSUD Blambangan, mengatakan terkait aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum LSM saat mendampingi salah satu pasien sudah dilaporkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi dan Jawa Timur.

“Hari ini IDI Jawa Timur melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Polda Jatim terkait kekerasan dan pelecehan yang dialami oleh dr. Muhammad Kaharuddin Mirzani (MKM). Dan kami mendesak kepada penegak hukum agar segera memproses secara hukum pelaku tersebut,” Jelas Fais dengan singkat. (MT).