Hujan Deras Merendam Sebagian Jantung Kota Magetan

Hujan Deras Merendam Sebagian Jantung Kota Magetan

MTI Magetan JATIM - Magetan adalah salah satu Kota Wisata di Jawa Timur, Tempat Wisata andalan yang menjadi Icon Kabupaten Magetan, yaitu Sarangan.

Magetan termasuk dataran tinggi, namun beberapa hari yang lalu Magetan diguyur hujan deras, sehingga sebagian Kota Magetan terendam air. Dampak dari hujan deras ini sangat mengejutkan masyarakat Kota Magetan, karena banjir di daerah yang kena banjir jauh dari sungai, bahkan kemungkinan banjir tidak bakalan terjadi, namun kenyataannya bisa terjadi banjir yang relative besar. Ruas Jalan Jantung Kota penuh dengan genangan air hujan, jembatan banyak yang ambrol terkikis gerusan air hujan yang begitu deras, sepeda motor bisa terseret deras luapan air di wilayah Pasar Sayur, Samsat dan masih banyak Jalan Protokol JantungKota yang tergenang air.

Kejadian ini telah membuat geleng - geleng kepala orang yang berada di lokasi banjir. Banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu di sebagian Kota Magetan banyak menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Magetan, terutama masyarakat yang kena korban banjir langsung dan menjadi perhatian juga Pemerhati tentang situasi dan kondisi perkembangan daerah dan masyarakat Magetan, yaitu Jaringan Relawan Independen Masyarakat Peduli Magetan ( JARRI MPM ), seperti yang dikatakan Koordinator JARRI MPM waktu dihubungi Awak Media.

Sunarto Koordinator JARRI-MPM Magetan saat dikonfirmasi mengatakan, ‘Masalah banjir yang melanda di sebagian besar Kota Magetan beberapa hari yang lalu itu kejadian yang luar biasa menurut saya, di antaranya Jalan Protokol, Jalan Diponegoro, Jalan Mayjen Sukowati, Jalan MT Haryono, Jalan Di Kelurahan Tawang Anom, Jalan Raya Panekan, Jalan Raya arah ke Desa Wates, dan masih banyak lokasi yang belum diketahui ada yang longsor dan ada jembatan ambrol,” Ungkapnya.

“Mengapa hal itu kok sampai terjadi sampai separah itu, padahal daerah - daerah tersebut jauh sekali dengan sungai besar (Kali Gandong). menurut saya banjir yang terjadi tersebut kesalahan perencanaan pada waktu membangun Parit atau Gorong - Gorong dan Bak Pembuangan air hujan dan bisa juga membuang sampah sembarangan dari masyarakat sekitar serta faktor alam sebagai pemicunya,” Terangnya.

“Saya berharap kejadian luar biasa ini menjadi perhatian khusus dari Steakholder Birokrasi Pemerintahan Magetan, terutama Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perkimpraswil, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintahan di tingkat Kecamatan maupun tingkat Kelurahan, serta harapan saya ke depan bila ada Pembangunan Drainase, Trotoar dan Penghijauan di Wilayah kejadian itu maupun di daerah yang lainnya, direncanakan dengan matang, serta pada saat dibangun diawasi dengan baik,” Himbau Sunarto penuh harap.

“Sebagai Koordinator JARRI-MPM, saya merasa prihatin dan menghimbau pada Pemerintah Daerah seyogyanya tampung semua laporan warga Magetan yang akhir-akhir ini Magetan jadi sorotan publik. Jangan ada Slogan saja ‘Magetan Kumandang’, namun masih banyak pekerjaan yang belum kelar,” Sesal Sunarto.

“Agar terciptanya Magetan Smart, Pemerintah harus selalu control. Semoga Kota Magetan ke depannya lebih indah, nyaman dan maju dan bisa membuat bangga warganya akan semua kebijakan yang dilakukan Pemerintah Daerah,” Katanya menutup keterangannya. (Jack).