GEMBEL Jakarta Bersama GRPB Lakukan Aksi Damai Hapus PSBB

GEMBEL Jakarta Bersama GRPB Lakukan Aksi Damai Hapus PSBB

MTI Jakarta – Gerakan Element Masyarakat Berekonomi Lemah (GEMBEL) di Jakarta, melakukan aksi damai hapus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selamanya di Jakarta dan se Indonesia, Selasa (22/09/2020), pukul 14.30 WIB.

Gembel Jakarta bersama Gerakan Rakyat Peduli Bangsa, Presidium Rakyat Menggugat, Presidium Adat Nusantara mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta untuk menyuarakan Aspirasi dari seluruh Pelaku Ekonomi yang berbasis Kerakyatan, seperti pedagang makanan, PKL, pelaku usaha dan para karyawan yang telah dirumahkan. Namun kedatangan para GEMBEL Jakarta tersebut mendapatkan penolakan dari pihak aparat Kepolisian dari Polres Jakarta Pusat yang dipimpin langsung Kombes Pol Heru Novianto, SIK.

Aksi Damai tersebut terpaksa dibubarkan oleh aparat Kepolisian, meski sempat terjadi perdebatan di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, karena Peserta Aksi merasa sudah ijin ke pihak Keamanan dan sudah berkoordinasi dengan pihak dari Ketua DPRD DKI Jakarta, Edi Prasetyo, SH, hanya saja saat di konfirmasi Edi sedang tidak berada di tempat.

Setelah negosiasi antara pengunjuk rasa dengan pihak Keamanan selesai dengan baik, tanpa harus ada tindakan persuasive. Massa yang dipimpin oleh Oscar Pendong balik kanan menuju titik kumpul awal di depan Kampus Trisakti Rawasari Jakarta Pusat dan dilanjutkan dengan aksi Bakar Baju Pelindung Diri (APD), sebagai ungkapan kekecewaaan massa pengunjuk rasa, karena aspirasi mereka tidak tersalurkan, setelah aksi bakar baju APD massalangsung membubarkan diri dengan tertib, karena massa mendapat teguran dari pihak kepolisian yang masih melakukan pengawalan hinggal massa pulang.

Oscar Pendong, Pimpinan aksi damai mengatakan, “Kami jelas sangat kecewa, karena aspirasi tidak tersalurkan, tapi kami akan turun lagi dengan kekuatan massa yang lebih banyak untuk datang kembali ke gedung DPRD DKI Jakarta ini minggu depan,” Katanya.

“Kami akan menghimpun sekitar 3000 pedagang maupun pelaku usaha, pedagang kaki lima, karyawan-karyawan yang telah dirumahkan akibat dari diberlakukannya PSBB di jakarta, kami tidak akan tinggal diam melihat rakyat kecil sengsara, karena sudah tidak ada penghasilan dan untuk makan anak-anak merekapun susah. Sekolah saja sudah tidak bisa, mau dikemanakan generasi bangsa kita ini apabila tidak bisa bersekolah,” Ungkapnya dengan nada kesal.

“Kami meminta pihak pemangku jabatan untuk memakai atau kembali ke Inpres No. 06 TAHUN 2020, karena kebijakan atau aturan yang tertera dalam Inpres tersebut sudah sesuai dengan aturan Peningkatan Disiplin Penanganan Covid 19 dan Penerapan Hukum Protokol Kesehatan, yang sudah di atur dan tidak memberatkan, apalagi membebani Rakyat Indonesia. Kami semua siap mengikuti Protokol Kesehatan, tapi jangan larang kami untuk mencari nafkah dan mencari makan,” Pungkas Oscar penuh hharap.

Dalam aksi tersebut, ada 5 point yang menjadi prioritas tuntutan GEMBEL:

  1. Hapuskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan se-Indonesia.
  2. Cabut Pergub No. 88 Tahun 2020.
  3. Kembali ke Inpres No. 6 Tahun 2020, agar ekonomi Indonesia kembali pulih.
  4. Transparansi mengenai data yang terpapar Covid 19, terlebih data pasien yang benar-benar meninggal karena Covid 19, agar masyaarakat tahu dengan jelas.
  5. Mendesak DPRD dan melibatkan BPK dan KPK untuk mengaudit Dana/ Anggaran PSBB dari awal hingga saat ini, agar masyarakat tahu kemana dan di mana Alokasi Dana Masyarakat Jakarta yang taat membayar pajak. (OP/ LI)