Bupati Anas Tinjau Peternakan Ayam Modern

Dikelola Secara Modern, Peternakan Ayam Tidak Timbulkan Bau

MTI Banyuwangi JATIM - Selama Pandemi Covid 19, kebutuhan bahan pokok di Banyuwangi mengalami peningkatan, salah satunya telur ayam. Kebutuhan telur ini hampir semua daerah sebagian besar dipasok oleh peternakan setempat.

"Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Arief Setiawan"

“Kebutuhan telur selama pandemi menamg meningkat, ya karena berhubungan dengan daya imunitas, selain juga kebijakan stay at home yang banyak membuat ibu-ibu memproduksi berbagai olahan telur. Alhamdulillah, ternyata kebutuhan telur daerah dipenuhi oleh peternak local,” Terang Bupati Abdullah Azwar Anas, saat mengunjungi salah satu Peternakan Ayam ramah lingkungan, Wijoyo Farm, di Desa Yosomulo, Kecamatan Gambiran.

Wijoyo Farm adalah salah satu Peternakan Ayam di Banyuwangi yang dikelola secara modern menggunakan mesin. Tiap hari peternakan yang memiliki 75.000 ekor ayam ini, bisa memproduksi 20.000 butir telur, atau 2 Ton telur.

“Dengan memakai sistem modern seperti ini, peternakan ayam yang biasanya dikenal bau, menjadi tidak berbau,” Kata Anas, Senin (18/1/2021).

Peternakan ayam ini terdiri dari tiga lantai. Lantai paling atas digunakan sebagai kandang ayam. Kandangnya bersih dan terdapat pendingin udara yang disesuaikan dengan suhu ruangan.

Ayam dibersihkan tiap hari. Demikian juga untuk pakan tiap hari dilakukan sterilisasi agar tidak terdapat lalat.

“Tiap hari kami lakukan sterilisasi terhadap ayam dan pakannya, agar ayam sehat tidak mudah terserang penyakit,” Terang Direktur Wijoyo Farm, Agus Wijaksono.

Kandang ini menggunakan mesin yang bisa langsung mengambil telur, dan mengirimkan ke lantai dua. Di lantai ini dilakukan sortirisasi memilih dan meletakkan telur yang telah disterilisasi sebelumnya.

Sementara limbah seperti kotoran ayam langsung diturunkan ke lantai dasar dan dikeringkan sehingga tidak berbau, yang selanjutnya dikirim ke pengepul pupuk.

“Semuanya sudah pakai mesin. Hanya mengolah pakannya saja yang masih memakai cara manual. Peternakan ini masih berjalan selama 6 tahun, dan baru memenuhi kebutuhan pasar di Banyuwangi saja. Sementara pendistribusinya masih seputar Kota Banyuwangi dan Banyuwangi wilayah selatan,” Terang Agus lagi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Arief Setiawan mengatakan, keberadaan peternakan ini kian menambah produksi telur di Banyuwangi.

“Di Banyuwangi kebutuhan telur mencapai 193 Ton per pekan. Sementara produksi telur mencapai 218 Ton per pekannya, setara dengan 872 Ton perbulan. Sehingga untuk stok kebutuhan telur masih relatif aman di Banyuwangi,” Kata mantan Kadis Kebersihan dan Pertamanan. (Bud).