Diduga Dana Satu MilIar Rupiah Lebih Untuk PTSL Desa Banjarejo Digunakan Tidak Transparan Diduga Dana Satu MilIar Rupiah Lebih Untuk PTSL Desa Banjarejo Digunakan Tidak Transparan Media Tipikor Indonesia

Redaksi / 27 April 2021 / Dilihat 6582 kali

Diduga Dana Satu MilIar Rupiah Lebih Untuk PTSL Desa Banjarejo Digunakan Tidak Transparan

MTI Magetan JATIM - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diduga tidak transparan dalam penggunaan dana iuran dari Pemohon. Pasalnya Pokmas dan pihak Pemerintahan Desa setempat terkesan tertutup.

Samsudin, sebagai Ketua Pokmas saat dikonfirmasi di Tempat Kerjanya di Kecamatan Takeran (Red, karena Samsudin masih menjabat Kasi Pemerintahan di Kecamatan Takeran) memeberikan keterangan selalu berkelit lempar sana lempar sini, seakan lepas tangan sebagai Ketua Pokmas Program PTLS Tahun 2020 Desa Banjarejo.

Di Desa Banjarejo jumlah Pemohon Program PTSL sebanyak 3585 Pemohon, dengan iuran per bidangnya 400 Ribu Rupiah. Jika ditotal ada sekitar Rp. 1,434 Miliar. Dana tersebut merupakan iuran dari Pemohon dan diserahkan kepada Pokmas untuk Pengelolaannya. Namun dalam kegiatan tersebut Pokmas terkesan tertutup untuk memberikan penjelasan pemakaian dana tersebut.

Bahkan diduga Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Penggunaan Dana tersebut belum dibuat, juga ada dugaan dana mengendap di salah satu Anggota Pokmas yang nilainya Ratusan Juta Rupiah.

Padahal PTSL Banjarejo dimulai sejak Tahun 2020 dan dilanjutkan Tahun 2021 untuk Proses Penerbitan Sertifikat PTSL.

Diketahui dari jumlah nominal Rp. 1.434 Miliar dialokasikan untuk 3585 bidang baru 2631 bidang dan masih ada sekitar 954 bidang rencananya diteruskan Tahun 2021. Sedangkan dalam Surat Pernyataan tertanggal 11 Januari 2021, Bendahara PTSL Desa Banjarejo Moh Ibnu Malik, “Dana terkumpul Rp. 1.071.120.000, pengeluaran terlampir Rp. 860.788.500, sedangkan sisa dana Rp 210.331.500 masih saya pinjam pribadi,” Terang Moh Ibnu.

Sampai saat ini, sisa dana yang baru dikeluarkan sekitar Rp. 1.052.400.000, terinci 2631 x Rp. 400.000. belum teralisasi pertanggungjawaban PTSL 2020. Ditambahkan lagi dari 3585 bidang kali Rp 400.000 seharusnya Rp. 1.434 Miliar. Dari jumlah tersebut masih tersisa Rp. 381.600 (Tiga Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Enam Ratus Rupiah).

Mensikapi hal ini, dari Aparat Kepolisian Resort Magetan, ketika dimintai keterangannya mengatakan jika penggunaan dana masyarakat harus jelas dan setransparan mungkin.

“Jika ada dugaan penyelewengan maka tanggung jawab ada di Ketua Pokmas,” Ujarnya.

Dan hal ini bisa dikategorikan Penipuan dan Penggelapan. Ada temuan dugaan aliran dana di beberapa instansi tertentu, bahkan dugaan mengalir yang cukup fantastis nilainya.

Hasil Investigasi Awak Media telah ditemukan adanya dugaan dana keluar tanpa ada rincian dan salah arah. Bahkan semestinya Pokmas mempunyai Rekening sendiri tapi di sini memakai Rekening pribadi Bendahara dan jelas ada maksud tertentu dibalik itu.

Sementara itu Ketua Tim dari BPN Magetan, Nunuk, menyuruh Awak Media untuk langsung menemui dan konfirmasi langsung ke Pak Lurah Banjarejo, “Sudah saya sampaikan ke Pak Lurah,” Ujar Nunuk.

Dijelaskan, “Jika kewajiban BPN sudah menindaklanjuti Permohonan PTSL Desa Banjarejo yang masuk. Untuk Tahun 2020 sudah kelar dan sudah saya serahkan seluruhnya tuntas 2631 bidang, sedangkan kelanjutan Tahun 2021 ini masih dalam proses Pemberkasan di Desa,” Jelas Nunuk. (Team MTI)