Di Duga Tujuh Orang Tersangka Proyek Pipa Di Kota Palopo Rp15 M Sebut Putra Mahkota MTI Palopo Sulawesi Selatan – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan instalasi pipa Rp. 15 miliar mulai angkat bicara. Mereka menyebut dugaan Media Tipikor Indonesia

Di Duga Tujuh Orang Tersangka Proyek Pipa Di Kota Palopo Rp15 M Sebut Putra Mahkota

Redaksi / 08 November 2019 / Dilihat 1887 kali

Di Duga Tujuh Orang Tersangka Proyek Pipa Di Kota Palopo Rp15 M Sebut "Putra Mahkota"

MTI Palopo Sulawesi Selatan – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan instalasi pipa Rp. 15 miliar mulai angkat bicara. Mereka menyebut dugaan keterlibatan “putra mahkota” Palopo FKJ.

Salah satu dari tujuh orang tersangka menyebutkan bahwa keterlibatan Farid Kasim Judas (FKJ) sering berhubungan dengan konsultan proyek.

Bahkan, dalam kasus tersebut “putra mahkota” Palopo di sebut kerap berhubungan dengan pihak pengawas dan konsultan.

“Dia (FKJ) selalu berhubungan dengan pihak konsultan dan pengawas serta pejabat SKPD,” ungkap salah seorang tersangka, Kamis (7/11/2019).

Bahkan informasi yang diperoleh, kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek tersebut merasa keberatan karena masih ada sejumlah pihak yang belum tersentuh oleh penyidik Polda Sulsel. Selain itu adanya dugaan pemalsuan tanda tangan dalam proses proyek tersebut.


 Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani

Dimana kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, mereka dijadikan tersangka, terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Perencanaan SPAM, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kelurahan Padang Lambe Kecamatan Wara Barat, Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Pipa Wilayah Kecamatan Telluwanua dan Pengawasan Pengadaan Bangunan Pengambilan Air Bersi pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo tahun anggaran 2016 sebesar Rp 15.049.110.000.

Temuan itu mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara berdasarakan hasil perhituangan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996,91.

Direktur LSM Laksus Muhammad Ansar meminta keseriusan kepolisian mengusut tuntas kasus proyek pipa tersebut. Ansar menantang Kapolda Sulsel yang baru memeriksa anak Walikota Palopo. Karena sejak kasus itu bergulir nama FKJ (Farid Kasim Judas) disebut-sebut terlibat.

“Kami minta Kapolda Sulsel bisa mengusut tuntas kasus tersebut. Termasuk kasus pengadaan kandang ayam fiktif menggunakan APBD Palopo,”tegas Ansar.

Saat dikonfirmasi via selular putra mahkota Palopo FKJ sedang diluar jangkauan. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan soal penahanan ketujuh tersangka adalah hak penyidik. “Silahkan tanyakan ke penyidik, ucapnya Dicky Kabid Humas Polda Sulsel. (Tim)