MTI Banyuwangi – Demo lanjutan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Banyuwangi dan Forum Peduli Banyuwangi (FPB) dilakukan di depan Kantor

Demo HMI Bupati Anas Dianggap Mati oleh Pendemo

MTI Banyuwangi – Demo lanjutan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Banyuwangi dan Forum Peduli Banyuwangi (FPB) dilakukan di depan Kantor Pemerintaj Kabupaten Banyuwangi, Kamis (27/02/20).

Aksi yang dimotori oleh HMI ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dan juga FPB yang diwakili oleh Helmy Rosady. Lucunya aksi kali ini, mahasiswa membawa keranda mayat yang ada foto Bupati Anas. Aksi HMI dan FPB dalam tuntutannya:

1. Mempertanyakan surat dari HMI cabang Banyuwangi yang ditujukan kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang diajukan seminggu lalu, Yang mana isi dari surat tersebut, meminta pertanggung jawaban Bupati Anas atas berita hoak yang diucapkan Anas terkait luasan Pulau Tabuhan,

2. Meminta Anas untuk hadir ikut serta menyelesaikan keadaan yang semakin kacau, bukan malah selalu membuat kegaduhan, seperti rencana menyewakan Pulau Tabuhan dan juga kaitan dengan tambang emas Tumpang Pitu (Read, Pencabutan Izin PT. BSI dan PT. DSI).

Untung Aprilianto penanggung jawab aksi yang juga Ketua HMI Cabang Banyuwangi dalam orasinya mengatakan jika Banyuwangi sudah tidak punya bupati dan menganggap Bupati Anas Mati.

“Pantas saja kami teriak-teriak dari kemarin-kemarin tak kau dengarkan, ternyata kau sudah mati bupati, kau sudah mati bupati, janjimu belum kau tepati, omonganmu didepan masyarakat banyak belum sempat teratasi”, Teriak Untung sambil pura-pura menangis meraung-raung didepan keranda mayat yang ada fotonya Anas.

Penutup aksi penyampaian beberapa sikap oleh koordinator FPB Danu Budiono dan juga ditandai oleh aksi treatikal peserta aksi dengan membakar “Keranda mayat yang ada fotonya Bupati Anas”. Kemudian para pendemo sambil bergandengan tangan mengitari keranda yang terbakar dengan membaca kalimat Tahlil seperti yang dilakukan masyarakat saat mengantarkan seseorang yang telah meninggal ke tempat pemakaman atau kuburan. (RR)