Ir. Edi Suseno, Kadis TPHPKP Kabupaten Magetan

Dana PUAP Gapoktan Di Magetan Disinyalir Menguap

MTI Magetan JATIM - Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) merupakan program ‘Kementerian Pertanian’ bagi petani di Pedesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan dengan memberikan fasilitasi bantuan Modal Usaha untuk petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani.

Pengelolaan dana PUAP beberapa Gapoktan di Kabupaten Magetan saat ini mengalami kemacetan dalam pembayaran. Ada beberapa faktor penyebab kemacetan, karena petani yang belum bisa membayar disebabkan gagal panen dan langka pupuk serta adanya dugaan macet di pengurus Gapoktan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan Dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan, Ir. Edi Suseno saat dikonfirmasi terkait menguapnya Dana PUAP, membenarkan ada masalah macetnya pembayaran PUAP di beberapa Gapoktan.

“Ada Gapoktan mengalami kemacetan dalam pembayaran yang tidak tepat waktu dengan waktu yang ditetapkan kelompok Gapoktan itu sendiri. Kendala kemacetan pembayaran dengan berbagai faktor penyebabnya salah satunya kemacetan ada yang disebabkan belum adanya pengembalian dari petani dan juga beberapa pengurus Gapoktan yang diduga memakai uangnya secara pribadi dan tidak disetorkan ke rekening Gapoktan,” Ungkap Edy Suseno.

Menurut Ir Edi Suseno, Dinas telah mengambil langkah penyelamatan dengan memanggil para pengurus Gapoktan yang bermasalah.

“Kita memanggil dan memberikan tekanan kepada pengurus Gapoktan tanpa pengecualian untuk segera mengembalikan karena itu menyangkut uang Negara,” Tegas Edi Suseno.

Selain karena uang Negara dana PUAP merupakan bantuan permodalan untuk petani. Maka dalam pelaksanaannya harus sesuai aturan dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Ini merupakan uang negara bila disalahgunakan bisa masuk Ranah Hukum Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Edy Suseno, pihaknya sudah didatangi ‘Unit Tipikor Reskrim Polres Magetan’ guna mengklarifikasi dana PUAP yang macet di beberapa Gapoktan di Kabupaten Magetan.

Setelah adanya monev dan pemanggilan Dinas, beberapa Gapoktan mulai menyelesaikan kewajibannya mengembalikan dana yang belum terbayarkan.

Edi Suseno berharap Gapoktan yang belum menyelesaikan tunggakannya segera dicarikan solusi pembayarannya Jangan sampai permasalahan menguapnya dana PUAP di beberapa Gapoktan masuk ke Ranah Hukum.

Edi menambahkan agar tidak mencuat ke Publik, solusinya bisa segera diselesaikan dengan mengembalikan semua dana terutang. Ada beberapa Gapoktan yang menerima bantuan Dana PUAP yang ada di Magetan sebagian lancer, dan ada beberapa yang lunas. Tidak seperti yang terjadi di salah satu Gapoktan di Wilayah Kecamatan Panekan, Gapoktan NGUDI LESTARI, Dusun Pakis, Kelurahan/ Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang Gapoktan Ngudi Lestari, Ketuanya Mulyadi, Sekretaris Suharto dan Bendaharanya Amir,

Di jelaskan Kemacetan pembayaran Gapoktan Ngudi Lestari yang di Panekan bukan dari kelompok petani, justru Pengurus Gapoktan yang menjadikan macet, salah satunya Sekretaris menggunakan pinjaman dana PUAP sebesar kurang lebih Rp. 6.000.000, tetapi sudah dilunasi. Yang menjadi permasalahan yang fatal Bendahara Gapoktan Ngudi Lestari, Amir mendapat setoran dari Poktan tidak di masukan Rekening Gapoktan, akan tetapi dimasukkan ke rekening pribadi Amir sejumlah Rp. 36.000.000, untuk itu Dinas sudah berulang kali mengingatkan segera dikembalikan, karena itu uang Negara. Jika semua dijalankan dengan mekanisme dan ketentuan sesuai aturan maka perputaran uang PUAP tidak ada masalah dan bisa bergulir ke anggota yang lain, selain itu dalam penggunaannya lancar di sisi lain petani juga diuntungkan dengan adanya pinjaman permodalan,” Pungkas Edi Suseno. (DW/ Jack)