Bupati Banyuwangi Hadiri Upacara Ngaben Masal Umat Hindu Dusun Patoman Blimbingsari Bupati Banyuwangi Hadiri Upacara Ngaben Masal Umat Hindu Dusun Patoman Blimbingsari Media Tipikor Indonesia

Redaksi / 27 Juli 2022 / Dilihat 487 kali

Bupati Banyuwangi Hadiri Upacara Ngaben Masal Umat Hindu Dusun Patoman Blimbingsari

MTI Banyuwangi JATIM - Umat Agama Hindu yang berada di Dusun Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, menggelar Acara Upacara Ritual Ngaben Masal, pada hari Senin (25/07/2022).

Dalam Acara Ngaben Masal tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Festiandani dan Jajarannya, Kepala Desa Patoman Drs. Suwito, Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono, Danramil 0825/12 Rogojampi Kodim 0825/Banyuwangi, Kapten Inf Misdari, Kepala Dinas Kesbangpol, Kepala DKB, Tokoh Adat dan 4 orang Pemangku atau Jro Mangku, yang datang langsung dari Singaraja Bali, tidak ketinggalan segenap Pengurus KOPAT Banyuwangi dan Anggotanya.

Upacar Ngaben atau Kremasi yang dalam Bahasa Bali berkonotasi halus disebut Palebon. Dan bagi Penganut Hindu Bali, Upacar Ngaben adalah Ritual Pembakaran Mayat sebagai Simbol untuk menyucikan Roh Orang yang telah Meninggal, yang dilaksanakan untuk mengembalikan Roh Leluhur ke Tempat Asalnya. Secara Konsepsional memiliki makna, dengan membakar Jenazah maupun Simbolisnya, kemudian Abunya dihanyutkan ke Sungai atau Laut memiliki makna untuk melepaskan Sang Atma (Roh) dari Belenggu Keduniawian, sehingga dapat dengan mudah bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam).

Kedatangan Bupati Banyuwangi, Ipuk Festiandani, disambut dengan Tarian Bali, yang dibawakan oleh Remaja Putri Dusun Patoman. Bupati Banyuwangi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “Saya sangat bangga dengan Umat Hindu yang ada di Banyuwangi ini, karena bisa menyelenggarakan Kewajibannya dengan begitu Meriahnya. Hal ini karena dukungan dari Masyarakat Banyuwangi, para Tokoh Agama, Ormas dan terutama dari Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT), yang selalu hadir di setiap Acara yang berkaitan dengan Adat dan Tradisi,” Ungkapnya.

“Hal ini menunjukkan betapa kuatnya Rasa Solidaritas antar Umat Beragama yang ada di Kabupaten Banyuwangi ini. Karena di Kabupaten Banyuwangi ini sangatlah Komplit umat beragamannya, ada yang Hindu, Katolik, Budha dan Islam. Masyarakat Banyuwangi juga berasal dari beberapa Suku, ada Osing, Bali, Madura, Sulawesi, Batak, Etnis Arab, Etnis Cina dan banyak lagi yang lainnya,” Imbuhnya.

“Saya Bangga dengan Masyarakat Banyuwangi yang selalu kompak di dalam bergotong royong, karena dengan Gotong Royong, maka Beban akan terasa Ringan. Mari Kita pertahankan Pencapaian Banyuwangi yang sudah berhasil meningkatkan Pengentasan Kemiskinan. Menurut Data yang Saya peroleh, Banyuwangi Nomer Satu di dalam Pengentasan Kemiskinan. Banyuwangi mencapai 0,001 % Kemiskinan di banding daerah-daerah yang lain. Dan setelah Masa Pandemi beberapa waktu yang lalu, Banyuwangi sudah menunjukkan Kemajuan di dalam membangkitkan Perekonomian Rakyat. Namun Saya tetap mengharap Masyarakat Banyuwangi tetap waspada dengan adanya Covid 19, karena Covid masih ada. Mari Kita jaga bersama-sama Keluarga dan Lingkungan Kita dari Covid 19,” Harapnya.

Bupati Ipuk juga menghimbau kepada seluruh Masyarakat Banyuwangi untuk mengutamakan Pendidikan, “Kalau memang ada Warga yang tidak mampu dengan Biaya Pendidikan, segera laporkan kepada Kelurahan atau Kantor Desa, agar Warga yang tidak mampu bisa mengikuti Sekolah dengan Biaya yang dibebankan kepada Pemerintah. Dan Masyarakat yang tidak memiliki Ijasah segeralah mengikuti Program AKSARA yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah, agar Masyarakat bisa memiliki Ijasah. Di samping itu, Pemerintah juga menjamin Kesehatan bagi Masyarakat Banyuwangi, karena Saya sudah koordinasi dengan Puskesmas - Puskesmas yang ada di Banyuwangi,” Pungkas Bupati Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Festiandani, mengakhiri sambutannya.

Sementara Ketua Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Blimbingsari, Made Widodo, yang akrab dipanggil Mbah Dowo, memberikan keterangan terkait Acara Upacara Agaben Masal, “Acara Ritual Ngaben Masal ini diadakan setiap 5 Tahun sekali di Desa ini. Karena acara ini sebagai Wujud Bakti Kita yang masih hidup terhadap Leluhur maupun Kerabat yang sudah Meninggal, agar supaya Arwah Mereka bisa kembali kepada Sang Pencipta dengan Keadaan yang Suci, dan Mereka bisa diterima di Alam Nirwana,” Terangnya.

“Kalo Biaya untuk Acara ini dipikul bersama secara Gotong Royong oleh Warga Blimbingsari, khususnya yang beragama Hindu. Proses Pembakaran Mayat beserta Upacara yang biasa dilakukan Umat Hindu ini, sudah dilakukan dari beberapa Hari yang lalu. Sekarang ini tinggal Proses Pensucian Abu Jenajahnya saja, agar benar-benar Sempurna,” Tambahnya.

“Dan kebetulan Acara pada Tahun ini, benar-benar yang Pertama kalinya dihadiri oleh Bupati Banyuwangi secara langsung. Semoga di tahun-tahun yang akan datang, Acara Ngaben Masal ini bisa Terselenggara dengan lebih Meriah dan bisa lebih Ramai dengan Dukungan Masyarakat Banyuwangi,” Tutup Ketua KOPAT Blimbingsari, Made Widodo. (MYasin/MTI)