Bupati Banyuwangi Dan Menpora Siap Sukseskan WSL Championship Tour 2022 Yang Digelar Di G-LAND Banyuwangi Bupati Banyuwangi Dan Menpora Siap Sukseskan WSL Championship Tour 2022 Yang Digelar Di G-LAND Banyuwangi Media Tipikor Indonesia

Redaksi / 14 Mei 2022 / Dilihat 193 kali

Bupati Banyuwangi Dan Menpora Siap Sukseskan WSL Championship Tour 2022 Yang Digelar Di G-LAND Banyuwangi

MTI Banyuwang JATIM - Bupati Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengadakan Silaturahmi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, untuk menyambut Penyelenggaraan Ajang Selancar Internasional paling Bergengsi di Dunia, World Surf League(WSL) Championship Tour, yang akan diselenggarakan di Pantai Pelengkung (G-LAND) Banyuwangi, Jawa Timur, pada Tanggal 26 Mei - 4 Juni 2022 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menyampaikan Ucapan Terima Kasih atas dukungan yang diberikan oleh Menpora terhadap Event Internasional dengan Sosial Media Engagement Terbesar di Dunia untuk Ajang Olahraga tersebut.

“Kami berterima kasih atas dukungan Menpora, Pak Zainudin Amali, kepada Banyuwangi dalam mengembangkan Sport Tourism. Memadukan Pariwisata dan Olahraga sangat Efektif mendorong Pemulihan Ekonomi, seperti Arahan Pak Menpora,” Ungkap Bupati Ipuk, Rabu (11/05/2022).

Bupati Ipuk menerangkan, “Saat ini Pemerintah terus melakukan Finalisasi Persiapan Ajang yang memiliki Sosial Media Engagemant Terbesar Ketiga Ajang Olahraga Dunia tersebut. Sejumlah Persiapan dikebut, termasuk dari sisi Jaringan Telekomunikasi untuk Siaran Langsung, yang melibatkan PT. Telkom,” Terangnya.

“WSL Championship Tour 2022 digelar di sejumlah Pantai Terpilih. Sejak Januari 2022 dan bakal berakhir Agustus 2022, di antaranya di Hawaii, Australia, Amerika Serikat, Banyuwangi (Jawa Timur Indonesia), Brasil, Afrika Selatan, Portugal dan Tahiti. Ini Momentum untuk mendorong Pemulihan Ekonomi,” Imbuhnya.

“WSL menjadikan Ajang untuk mengembalikan Pariwisata Indonesia, Jawa Timur dan Banyuwangi. Liga Selancar paling Bergengsi ibaratkan Olahraga Tenis, semacam Grand Slam nya yang cuma ada Empat di Dunia, alias Turnamen dengan Kategori Tertinggi dari seluruh Turnamen yang ada di Muka Bumi,” Sambungnya.

“Dengan Keunggulan Destinasi itulah, WSL bukan semata-mata, tetapi juga bagian dari Pemulihan untuk membangkitkan kembali Sektor Pariwisata, khususnya di Banyuwangi,” Pungkas Bupati Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menyatakan, Kemenpora senantiasa mendukung berbagai Ajang Olahraga yang berpadu dengan Pariwisata. Konsep Sport Tourism terbukti telah mendorong Pertumbuhan Ekonomi.

“World Surf League ini sebuah Ajang Olahraga Selancar yang Luar Biasa. Kami mendukung bukan hanya terkait Pengembangan Olahraga Selancar, tetapi berkaitan dengan Pemulihan Pariwisata yang bisa mendukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal,” Ungkap Zainudin Amali.

World Surf League (WSL) Championship Tour sendiri adalah Ajang Selancar Internasional yang mendapatkan Perhatian Luas dari seluruh Dunia. Liga Selancar yang Prestisius di Dunia ini telah dihelat sejak 1976, dan hanya diikuti Peselancar Profesional Terbaik Dunia untuk mengejar Predikat sebagai yang Terbaik dari Yang Terbaik di seluruh Dunia.

Pantai Plengkung (G-Land) Banyuwangi memang dikenal sebagai Surga bagi Peselancar Dunia. Dengan Ketinggian Ombak 6-8 Meter dan Panjang 2 Kilometer, Pantai ini menjadi Destinasi Impian Peselancar seluruh Dunia. Ombaknya masuk Kategori Terbaik Dunia. Gelombang di G- Land seringkali membentuk Tabung Air yang hampir Sempurna. Di mana Foto Aksi Peselancar di dalamnya kerap Viral di Belahan Dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda, menjelaskan, “Lokasi G-Land berada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, yang begitu Kaya Flora dan Fauna. Yang telah sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO-PBB dan Geopark Nasional. Dan kini dalam Pengajuan sebagai bagian dari Jaringan Geopark Dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG), bersama Kawah Ijen dan Pantai Pulau Merah,” Jelasnya.

“Taman Nasional Alas Purwo menjadi Rumah bagi 700 Jenis Flora, 50 Jenis Mamalia, 320 Jenis Burung, 15 Jenis Amfibi, dan 48 Jenis Reptile. Sejak 2018 Akses menuju Kawasan TN Alas Purwo sudah Baik. Sejumlah Fasilitas juga sudah dibangun untuk menambah Kenyamanan Pengunjung,” Imbuhnya.

“Di Alas Purwo juga terdapat banyak Gua, sala satunya Gua Istana, yang memiliki Kegelapan Abadi dan banyak didatangi Tokoh-Tokoh Spiritual,” Tutup Kepala Disbudpar Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda. (Y Alamsyah/MTI)