AMNASTI Gelar Aksi Ke 3 Tuntut Tangkap dan Adili Bupati Asahan Tekait Dugaan Korupsi di Asahan AMNASTI Gelar Aksi Ke 3 Tuntut Tangkap dan Adili Bupati Asahan Tekait Dugaan Korupsi di Asahan Media Tipikor Indonesia

Redaksi / 05 November 2023 / Dilihat 2192 kali

AMNASTI Gelar Aksi Ke 3 Tuntut Tangkap dan Adili Bupati Asahan Tekait Dugaan Korupsi di Asahan

MTI Medan SUMUT - Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nasionalis Transparansi Informasi (AMNASTI) untuk yang ketiga kalinya  melakukan Aksi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). AMNASTI dengan tegas meminta Kepolisian dan Kejaksaan segera menindaklanjuti terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  yang terjadi di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jum'at (03/11/2023).

"Juliana Sinaga, Perwakilan Kejati Sumut, Saat Menerima AMNASTI" 

AMNASTI meminta Kepolisisan dan Kejasaan melakukan Tindakan Tegas terhadap dugaan Koruspsi Bangunan Menara Masjid Agung Ahmad Bakrie dengan Anggaran sebesar Rp. 5,5 Milliar yang dikucurkan ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran tanpa Dasar Hukum yang jelas.

Juga dugaan Korupsi Dana LPTQ Kabupaten Asahan di bawah Pimpinan Zainal Arifin Sinaga, yang diketahui sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Asahan dan juga Pengajar di Tahfidz Pemda Asahan, namun tidak pernah mengajar dan diduga hanya Makan Gaji Buta.

Hakim, Koordinator Aksi AMNASTI, dalam Orasinya menyatakan, Sudah 25 Tahun Pasca Reformasi, Pemerintah dapat Kita katakan Gagal dalam mewujudkan Cita-Cita Reformasi, karena masih banyak Perilaku KKN yang begitu nyata Kita saksikan di sekitaran Kita, khususnya di Kabupaten Asahan, seperti persoalan-persoalan yang Kita angkat hari ini,” Ujarnya.

Masyarakat berharap, Aparat Penegak Hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Responsif dan Pukul Rata dalam menangani Pelanggaran-Pelanggaran Hukum, baik Pemerintah dan Masyarakat, sehingga tidak ada istilah Kebal Hukum,” Tambah Hakim, Koordinator AMNASTI.

Sementara itu, Yusril, Koordinator Lapangan Aksi AMNASTI, menegaskan, Tentu Kita kecewa kepada Bupati Asahan. Masyarakat telah menitipkan Harapan dan Kepercayaan kepada Beliau, tapi ternyata yang didapatkan Masyarakat adalah kekecewaan. Maka dari itu, sebagai Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat yang tergabung dalam AMNASTI, Kita akan mengawal sampai Tuntutan Kita ini Terealisir,” Tegas Yusril kepada Media. Sabtu (04/11/2023).

Aksi AMNASTI tersebut mendapat respon dari Perwakilan Kejati Sumut, Juliana Sinaga. “Kami berterimakasih kepada Teman-Teman AMNASTI, karena sudah turut serta dalam Upaya Penegakan Hukum. Kami berharap Teman-Teman dapat bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dengan mengirimkan Surat Laporan ke PTSP Kejatisu terkait Kasus yang diangkat,” Ungkap Juliana Sinaga.

Adapun Tuntutan AMNASTI pada kegiatan Aksi tersebut, kata  Yusril, di antaranya yaitu:

1. Meminta Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) agar segera memeriksa Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Bappeda, Pejabat Pembuat Komitmen (PPA), dan Dirut RSUD H. Abdul Manan Simatupang, Kabupaten Asahan, serta para Pihak yang terkait dalam Kasus tersebut.

2. Meminta Mapolda Sumut dan Kejati Sumut agar segera memeriksa Pembangunan Menara Pandang Masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran yang terkesan dipaksakan dan Syarat KKN di tengah-tengah Refocusing Anggaran.

3. Usut Tuntas dugaan Korupsi LPTQ Asahan di bawah Tanggung Jawab Zainal Sinaga (Kepala Bappeda Kabupaten Asahan).

4. Segera Tangkap Surya, BSc, Bupati Kabupaten Asahan dan Zainal Sinaga, Kepala Bappeda Kabupaten Asahan.

5. Tangkap dan Adili Bupati, Kepala Bappeda, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan BLUD Kabupaten Asahan, Serta Rekanan, apabila Terbukti Bersalah dalam Kasus (Permasalahan) tersebut.

6. Meminta Kejati Sumut agar turut serta memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Rekanan serta para Pihak terkait yang terindikasi dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Menara Masjid Agung Ahmad Bakrie.

Perlu diketahui, yang dimaksud Refocusing Anggaran adalah Kegiatan Anggaran Pemerintah Daerah yang semula digunakan untuk keperluan kegiatan pada Tahun 2021, kegiatan-kegiatan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tahun Anggaran 2021 dipotong untuk Penanganan Covid 2019.
(Team MEDIA TIPIKOR INDONESIA)
#Aliansi Masyarakat Nasionalis Transparansi Informasi (AMNASTI) #Gelar Aksi Ke 3
#Tuntut Tangkap dan Adili Bupati Asahan #Korupsi di Kabupaten Asahan