Saat Kau Pandang AkuAda Rindu di Pekat MalamDalam Ampak Ampak Kabut HitamBercerita di Cakrawala MenghadangBintang meneteskan air mataPetir

Ada Pelangi Di Matamu 1

Saat Kau Pandang Aku
Ada Rindu di Pekat Malam
Dalam Ampak Ampak Kabut Hitam
Bercerita di Cakrawala Menghadang
Bintang meneteskan air mata
Petir Meringkik
Nahkoda ambruk penuh luka
Kapal Karam gelombang penuh buih.

Lelaki itu berjalan tertatih tatih.
Rasa Penat yang membungkus urat nadinya, meluruhkan seluruh aura positif yang tersisa...
Disaat kakinya terasa lumpuh. Dia melihat sebuah Sinar dari Suatu Rerimbun Daun. Semangatnya
timbul. Menuju kesana. Dan di Rerimbun Daun itu Dia Menemukan
SEBUAH CERMIN...!
Ketika melihat cermin itu.
Dia Terkejut.
Didalam Cermin itu Dia Melihat Sosok Lelaki Amat Mirip Dirinya...
Tubuhnya Kurus. Kotor. Tidak Terawat. Penuh Keprihatinan. Memandang Penuh Welas Asih pada
dirinya.
Sebagai Pecundang yang Telah Gagal di Belantika Kehidupan.

Lihatlah...! kata Sebuah Suara. Lihatlah Sekali Lagi,?!
Ada Siapakah di Cermin itu...!
Gambar Siapakah Dia...?!
Lelaki itu Saudaramu...!
Yang Telah Lama Kau Tinggal Pergi
Yang Telah Lama Kau Buang
Yang Telah Lama Kau Singkirkan
Yang Sekarang Hatinya Hancur
Menatapmu Jadi Pecundang
Hidup Yang Gagal...!!!
Lihatlah Sekali Lagi
Berdirilah didepan cermin itu
Pandanglah Lelaki dihadapanmu

TATAP BOLA MATANYA
Akan Kau Dapati di Bola Matanya itu
SEBUAH PELANGI...!
Lelaki di Cermin Itu...!
Dia Lebih Dari Temanmu
Dia Lebih Dari Saudaramu
Dia Lebih Dari Istrimu
Dia Lebih Dari DIRIMU SENDIRI..!!!
Dialah yang Membentangkan
Busur Anak Panahmu
Selebar Hamparan.
Dialah Yang Membidikkan
Anak Anah Panahmu
Di Pusat Pusat Keabadian.
Dan Apakah Makna Terselubung
Dari Sebuah Do'a...
Selain..
Melepaskan Anak Panah
Tepat Pada Sasaran
Di Pusat Pusat Keabadian...?!


Setelah cukup lama menatap
Menelusuri Bola Matanya
Menyelam dikedalaman hatinya
Menembus alam bawah sadar
Akhirnya ada ungkapan yang terucap
Kau Lihat Di Atas...?!
Ada PELANGI DILANGIT ITU
Menjulang Tinggi Tanpa Batas
Amat Jauh di Ketinggihan Mimpi
Amat Dekat di Kedalaman Suara Hati
Aku Memang Tak Terjangkau
Aku Memang Tak Tersentuh
Aku Lahir dari Perut Bumi
TIDAK BERWUJUD...
Karena Aku Adalah SUARA SUNYI
Yang Keluar dari Mustika Keabadian

Kemarilah...
Mendekatlah...
Ulurkan Tanganmu
Tatap Mataku..
Lihatlah...!
JIKA ADA PELANGI
Jangan Alihkan Pandanganmu.
Aku Sangat Mengerti Hidupmu
Karena Aku Saudara Kembarmu
Yang Tak Terlihat
Yang Tak Terjangkau
Inti Dari Semua Kehidupan
MUSTIKA KEABADIAN...
Aku Adalah Suara Sunyi
Nan Bersumber Dari Denyut Nadi
Saudaramu Yang Sejati
YANG LAHIR DARI PERUT BUMI...!!

Perum Kalipuro Asri 
01.25WIB.- 19 Juli 2019

Ki Begawan Tjiptoroso